Bantul, 7 April 2026—Mahasiswa Magister PSPSR bersama Prof. M. Dwi Marianto melakukan kuliah kunjungan ke studio Dedy Sufriadi di Bantul membuka lanskap pemahaman yang melampaui sekadar observasi estetis atas kanvas. Ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai “arsip visual” dan laboratorium Art Brut tempat teks didekonstruksi, tetapi juga secara sosiologis beroperasi sebagai lokus pertempuran sang agen dalam medan seni kontemporer yang kompetitif. Percakapan di dalamnya menyingkap realitas struktural mengenai cara seorang perupa membaca medan, memposisikan diri, dan bertahan hidup.
Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada menggelar seri kuliah tamu bertajuk “History and Memory Making Through Arts and Performance”. Acara yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di Ruang Sidang A Gedung SPs dan Ruang 407 UGM ini menghadirkan Dr. Sadiah Boonstra sebagai pembicara utama. Dr. Boonstra, yang merupakan Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow di Melbourne University, memaparkan materi krusial mengenai Politics at Play: Indonesian Wayang, and Heritage Politics.
Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) bekerja sama dengan Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah perdana bersama pakar sejarah, Dr. Sadiah Boonstra, pada Senin, 6 April 2026. Bertempat di Ruang Sidang A, Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, kegiatan ini mengangkat topik mengenai “History and Memory Making Through Arts and Performance”.
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini merupakan pembuka dari rangkaian kelas intensif yang dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari ke depan; kelas diadakan di Sekolah Pascasarjana UGM selama dua hari dan diadakan di FIB UGM selama tiga hari. Dr. Sadiah Boonstra, yang merupakan Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow di Melbourne University, hadir membagikan perspektif mendalam mengenai sejarah (history), memori (memory), dan warisan budaya (heritage).
Krisna Tama, salah satu mahasiswa Magister dari Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Visual Universitas Gadjah Mada, mempresentasikan penelitiannya pada Konferensi Tahunan ke-5 Fakultas Pendidikan. Diselenggarakan oleh Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada 1–2 April 2026, konferensi tersebut mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan untuk Generasi Mendatang: Memajukan Keadilan Global dan Inovasi.”
Konferensi ini merupakan pertemuan internasional bergengsi yang menarik minat akademis dari seluruh penjuru dunia. Menurut Dekan Fakultas Pendidikan UIII, panitia menerima 129 abstrak dan 17 makalah lengkap dari tujuh negara, termasuk Afganistan, Australia, Indonesia, Malaysia, Rumania, Singapura, dan Amerika Serikat. Setelah melalui proses blind peer-review yang ketat, 62 makalah akhir dari Australia, Indonesia, dan Malaysia terpilih untuk dipresentasikan. Konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama kelas dunia dari institusi ternama, termasuk Union College (AS), University of Edinburgh (Inggris), Research Institute on Contemporary Southeast Asia (Thailand), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Mahasiswa program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada bersama Prof. M. Dwi Marianto melangsungkan kuliah lapangan di Cemeti-Institute for Art and Society. Kegiatan ini bertujuan untuk membedah diskursus pameran yang dikurasi oleh Mira Asriningtyas dan Dito Yuwono yang menggunakan narasi ikonik “Keluarga Cemara” sebagai titik berangkat kritik sosial-politik. Mahasiswa melakukan tinjauan langsung terhadap karya-karya Nindityo Adipurnomo dan Agung Kurniawan yang mengeksplorasi ambiguitas konsep keluarga dalam konteks Indonesia kontemporer di kuliah lapangan kali ini.
Program Studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan agenda Monitoring Kemajuan Studi bagi mahasiswa aktif pada Selasa (31/03/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan bersifat wajib bagi mahasiswa angkatan 2022, 2023, dan 2024 Gasal.
Monitoring ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, S.Ant., M.Hum. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pemantauan progres akademik secara berkala guna memastikan setiap mahasiswa dapat menyelesaikan masa studinya sesuai target.
Mahasiswa Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada, Rio Ananta Prima, turut berpartisipasi dalam pameran internasional yang diselenggarakan oleh Japanese Society of Botanical Artists (JSBA) di Kochi Prefectural Makino Botanical Garden, Jepang. Pameran yang berlangsung pada 14 Maret hingga 24 Mei 2026 ini mengusung judul “The Resonance of Botanical Art: Japanese and Indonesian Botanical Artists”, yang menekankan dialog artistik antara seniman botani dari Jepang dan Indonesia melalui karya-karya ilustrasi tumbuhan yang menggabungkan ketelitian ilmiah dan pendekatan estetika.
Yogyakarta, 10 maret 2026 — Pameran “Kisah dari Lemah Dadi” tidak sekadar memajang artefak pasif. Pameran ini secara gamblang menegaskan status pameran sebagai In Memoriam. Agenda ini merupakan pameran yang didedikasikan untuk berpulangnya Lucia Hartini (Agustus 2025) dan Zaenal Arifin (Januari 2026). Karya seni di sini hadir untuk menggantikan absennya tubuh fisik sang seniman. Kurator berusaha membingkai pameran ini sebagai sebuah resolusi eksistensial. Meskipun di dunia nyata jalan hidup kedua perupa ini “bersimpang arah”, institusi seni (Bentara Budaya) mencoba mempertemukan dua realita tersebut. Ruang pamer dalam hal ini bertindak sebagai medium yang mampu menyatukan dua sudut pandang berbeda. Kuratorial ini menawarkan konsep dualisme eksistensial yang klasik: tubuh sang seniman tunduk pada hukum alam yang fana, ‘semua makhluk akan kembali menyatu dengan tanah’, namun esensi mereka yang terekam dalam karya surealismenya diangkat menuju infinitas ‘harum mewangi dan terus abadi’.
Ketua Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) beserta pengelola akademik PSPSR mengikuti pelatihan Sistem OBA Simaster. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 08.30 – 12.00 WIB. Bentuk kegiatan diadakan luring di Ruang Auditorium Lantai 5, Gedung Unit 1, Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM.
Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr. Peserta pelatihan ialah seluruh jajaran ketua program studi serta pengelola akademik program studi magister dan doktoral di lingkungan SPs UGM.
Program Studi PSPSR UGM menyelenggarakan kegiatan Kajian Seni dan Agama yang dirangkaikan dengan buka bersama pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 15.30 WIB, bertempat di Ruang 407 Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat PSPSR.
Acara dipandu oleh I Made Christian Wiranata Rediana dan dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, S. Ant., M.Hum. Pada kesempatan tersebut, I Made Andi Arsana, Ph.D., (Bli Andi), hadir sebagai narasumber, mengangkat tema “Dharma Ning Nusantara: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising”, dan berbagi pengalaman mengenai perjumpaannya dengan rekan-rekan dari latar belakang agama yang berbeda. Ia mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati di tengah keberagaman budaya dan etnis yang menjadi kekayaan Indonesia. Dalam pemaparannya, Ia juga menekankan kontribusi agama dalam kehidupan, yakni bagaimana nilai-nilai spiritual dapat bergerak dari diri untuk dunia, sekaligus dari dunia kembali membentuk diri.