• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Pengabdian Masyarakat
  • 2022

2022

  • 12 Januari 2026, 15.30
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Swatantra Festival: Art as a Medium of Inclusivity for Persons with Disabilities

Secara etimologis, “Swatantra” berarti bebas, mandiri, dan otonom. Istilah ini dipilih sebagai tema kegiatan pengabdian masyarakat untuk mewakili semangat inklusivitas bagi penyandang disabilitas dalam seni. Seni bersifat universal; seni dapat diakses, diciptakan, dan diapresiasi oleh siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, konsep universalitas seni tidak boleh hanya terbatas pada teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata, menawarkan kesempatan yang sama bagi semua individu untuk mengekspresikan diri.

Dalam wacana seni, penyandang disabilitas menghadapi berbagai tantangan. Pertama, apresiasi terhadap karya seniman penyandang disabilitas seringkali tidak objektif, karena dipengaruhi oleh latar belakang disabilitas sang seniman. Paradigma dalam memandang disabilitas bersifat dualistik, dengan penyederhanaan yang mereduksi potensi individu dan pengagungan berlebihan terhadap prestasi mereka. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang relevansi identitas disabilitas dalam konteks seni.

Aksesibilitas dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di bidang seni masih merupakan tantangan yang signifikan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menekankan bahwa pemberdayaan bertujuan untuk mengembangkan potensi sehingga individu dan kelompok penyandang disabilitas dapat menjadi mandiri. Dalam konteks seni, pemberdayaan ini harus menciptakan akses dan kesempatan yang setara, memastikan bahwa penyandang disabilitas tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain tetapi dapat berpartisipasi aktif sebagai individu yang mandiri.

Dalam semangat inklusivitas, kebebasan, dan kemandirian dalam seni, angkatan 2021 Program Magister Seni Pertunjukan dan Studi Seni Rupa di UGM berkolaborasi dengan Jogja Disability Arts untuk menyelenggarakan Festival Swatantra. Jogja Disability Arts adalah organisasi yang berkomitmen pada partisipasi penuh dan kesetaraan penyandang disabilitas dalam kancah seni dan budaya nasional dan internasional. Sebagai bagian dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi, festival ini diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang seni yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang seni sebagai media sosialisasi dan inklusivitas. Kegiatan ini dipimpin oleh Elgar Putrandhra dan diadakan pada tanggal 5 November 2022.

Berita Terakhir

  • Melampaui Materialitas Teks: Habitus dan Strategi Pasca-Produksi di Studio Dedy Sufriadi
  • Membedah Politik Warisan Budaya: Kuliah Tamu Dr. Sadiah Boonstra di PSPSR UGM
  • Kuliah Tamu Bersama Dr. Sadiah Boonstra: Bedah Sejarah, Memori, dan Warisan Budaya
  • Menelusuri Pedagogi Maskulinitas di Lapo Tuak: Krisna Tama Mempresentasikan Materi pada Konferensi Tahunan ke-5 FoE, UIII
  • Dekonstruksi Narasi Keluarga dan Kritik Struktural dalam Pameran “Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY