Yogyakarta, 26 Juli 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Program Studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa mengadakan “Internasional Workshop on Gamelan and Traditional Dance” dengan peserta dari 17 negara. Momen ini merupakan agenda terakhir mereka sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan “Workshop Pengelolaan Sampah di Perkotaan”. Meskipun dihadiri oleh hanya sebagian peserta saja, kegiatan tetap berjalan dengan seru dan menyenangkan.
Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan dan pengenalan kegiatan secara singkat oleh MC Namira Azzahra, S.S., M.A., kemudian dilanjut dengan sambutan Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., dilanjut agenda lepas sambut oleh dosen Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, UGM, Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. Sebelum mengawali kegiatan, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. sebagai kepala Program Studi Magister PSPSR UGM memperkenalkan beberapa pelatih yang akan menjadi mentor pelatihan gamelan dan tari tradisional.
Pada sesi pelatihan gamelan dan tari tradisional, sepuluh peserta yang terdiri dari tiga peserta laki-laki dan tujuh peserta perempuan, dibagi menjadi dua bagian menjadi empat peserta tari tradisional dan enam peserta pelatihan gamelan. Kegiatan berlangsung dari pukul 13:00 – 15:00 WIB di Auditorium lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana, UGM. Di awal kegiatan, para peserta diberikan materi pengajaran tentang menggunakan jarik dan sampur untuk penari dan udeng (ikat kepala) untuk pemain gamelan. Para peserta pelatihan gamelan mendapatkan materi Lancaran Suwé Ora Jamu dan peserta pelatihan tari tradisional mendapatkan materi tari kreasi. Meskipun dengan berbagai macam latar belakang di luar bidang seni, namun para peserta sangat antusias dalam menyimak dan menerapkan pengajaran dari para pelatih gamelan maupun pelatih tari tradisional dari PSPSR UGM. Di 30 menit terakhir sebelum acara selesai, para pelatih meminta para peserta untuk simulasi tampil di atas panggung Auditorium lantai 5. Para peserta menampilkan materi yang telah diajarkan dengan sangat baik. Senyuman lebar makin terukir di wajah para peserta ketika di akhir kegiatan, mereka mendapatkan cendera mata berupa miniatur wayang kulit. Pelatihan gamelan dan tari tradisional juga turut serta memberikan wawasan tentang seni dan budaya Indonesia, khususnya seni dan budaya Jawa.
Kegiatan pelatihan gamelan dan tari tradisional di atas turut serta dalam terselenggaranya Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin:
- SDG 4 (Quality Education): Memberikan pengajaran pengetahuan tentang seni dan budaya Indonesia untuk akademisi tanpa memandang asal-muasal negara.
- SDG 5 (Gender Equality): Memberikan pelatihan seni untuk perempuan tanpa memandang asal-muasal dan jabatan.
- SDG 10 (Reduced Inequalities): Memberikan kesempatan bagi semua kalangan untuk belajar bersama.
- SDG 17 (Partnerships for The Goals): Melakukan kerja sama dengan institusi di bidang yang berbeda demi terselenggaranya kegiatan interdisipliner yang berkelanjutan. (IH)















