Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM menyelenggarakan Pelatihan Layanan Disabilitas bertajuk Disability Awareness untuk Mewujudkan Kampus Inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas civitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh warga kampus. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UGM untuk mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih aksesibel dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) juga turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan ini dengan mengirimkan perwakilannya dari kategori tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa S2, dan mahasiswa S3.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami konsep dasar disabilitas dan pentingnya kampus inklusif dalam praktik kehidupan akademik sehari-hari. Selain itu, pelatihan bertujuan meningkatkan pelayanan prima bagi penyandang disabilitas serta membangun pemahaman mengenai etika komunikasi yang tepat dalam berinteraksi. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya memperkaya wawasan peserta secara konseptual, tetapi juga membekali mereka dengan sikap dan kepekaan yang dibutuhkan dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang lebih inklusif
Sejumlah topik penting dibahas dalam pelatihan ini, antara lain pengenalan ULD, pemahaman mengenai penyandang disabilitas, prinsip berkomunikasi dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas, penanganan kedaruratan, serta simulasi. Dalam materi yang disampaikan, peserta juga dikenalkan pada prinsip dasar berinteraksi dengan penyandang disabilitas, yaitu bertanya bukan berasumsi, bersikap sabar, fokus pada individu, serta menghargai harkat dan martabat. Materi tersebut membantu peserta memahami bahwa layanan inklusif harus dibangun di atas penghormatan terhadap individu, bukan pada prasangka atau perlakuan yang menyamaratakan.
Pelatihan ini menghadirkan Ibu Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sekaligus inisiator dan Ketua ULD UGM. Beliau dikenal aktif memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, mengupayakan inklusivitas di lingkungan kampus, serta mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas di UGM. Melalui pelatihan ini, diharapkan civitas akademika Sekolah Pascasarjana UGM semakin siap menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, setara, dan bermartabat sehingga setiap mahasiswa dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.
Pelatihan ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang selaras dengan:
-
- SDG 4 (Quality Education): Memastikan pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.
- SDG 10 (Reduced Inequalities): Mengurangi kesenjangan dengan memberdayakan dan mendorong inklusi sosial bagi setiap individu tanpa memandang status disabilitas.
- SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions): Membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif dengan memastikan pengambilan keputusan yang responsif terhadap kebutuhan seluruh warga kampus.
- SDG 17 (Partnerships for the Goals): Memperkuat kemitraan global dan lokal (dalam hal ini kolaborasi lintas unit di UGM) sebagai kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang inklusif. (BBAP)









