Berita
Pada hari Rabu, 22 April 2026, Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan wisuda bagi lulusan program pascasarjana. Sebanyak lima mahasiswa dari program studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), yaitu, Rika Amalia Putri, Titisari Teresa Rahayu, Arien Aninda Nur Rahma, Juanda M. Arvis, dan Sindhu Lintang Ismoyo, menjadi bagian dari para wisudawan yang merayakan pencapaian akademik mereka.
Rangkaian acara wisuda diawali dengan prosesi penyerahan ijazah yang berlangsung di Grha Sabha Pramana (GSP) pada pagi hari. Setelah prosesi tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan wisudawan dan hiburan di tingkat fakultas pada pukul 13:00 WIB yang bertempat di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.
Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM menyelenggarakan Pelatihan Layanan Disabilitas bertajuk Disability Awareness untuk Mewujudkan Kampus Inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas civitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh warga kampus. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UGM untuk mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih aksesibel dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan Collaborative Thesis Coaching Session (CTCS) yang berlanjut pada hari kedua, Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Meeting Room Boko, Grand Diamond Hotel Yogyakarta. Sepanjang pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, mahasiswa Magister PSPSR UGM mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing masing-masing. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memberikan arahan komprehensif terkait permasalahan metodologi, konstruksi kerangka teori, dan ketajaman analisis pada draf tugas akhir mahasiswa.
Untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa, CTCS diselenggarakan dengan pendekatan hibrida. Sebagian mahasiswa hadir secara luring (offline) untuk berdiskusi langsung dengan dosen pembimbing di lokasi, sementara mahasiswa lainnya mengikuti sesi bimbingan secara daring melalui platform Zoom dan Google Meet. Setelah sesi bimbingan intensif berlangsung, mahasiswa diarahkan untuk melanjutkan kerja mandiri guna mengimplementasikan masukan serta arahan yang telah diterima.
Program Studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Collaborative Thesis Coaching Session (CTCS) pada 17 hingga 19 April 2026. Bertempat di Grand Diamond Hotel Yogyakarta, kegiatan intensif ini diikuti oleh 14 mahasiswa magister PSPSR UGM yang saat ini tengah berada dalam tahap krusial penulisan dan penyelesaian tesis.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PSPSR UGM, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendampingan terstruktur untuk menjaga motivasi dan ketepatan waktu penyelesaian studi mahasiswa serta berharap acara ini dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tesisnya dengan lebih efektif dan efisien sehingga mahasiswa dapat lulus tepat waktu.
Bantul, 7 April 2026—Mahasiswa Magister PSPSR bersama Prof. M. Dwi Marianto melakukan kuliah kunjungan ke studio Dedy Sufriadi di Bantul membuka lanskap pemahaman yang melampaui sekadar observasi estetis atas kanvas. Ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai “arsip visual” dan laboratorium Art Brut tempat teks didekonstruksi, tetapi juga secara sosiologis beroperasi sebagai lokus pertempuran sang agen dalam medan seni kontemporer yang kompetitif. Percakapan di dalamnya menyingkap realitas struktural mengenai cara seorang perupa membaca medan, memposisikan diri, dan bertahan hidup.
Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada menggelar seri kuliah tamu bertajuk “History and Memory Making Through Arts and Performance”. Acara yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di Ruang Sidang A Gedung SPs dan Ruang 407 UGM ini menghadirkan Dr. Sadiah Boonstra sebagai pembicara utama. Dr. Boonstra, yang merupakan Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow di Melbourne University, memaparkan materi krusial mengenai Politics at Play: Indonesian Wayang, and Heritage Politics.
Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) bekerja sama dengan Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah perdana bersama pakar sejarah, Dr. Sadiah Boonstra, pada Senin, 6 April 2026. Bertempat di Ruang Sidang A, Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, kegiatan ini mengangkat topik mengenai “History and Memory Making Through Arts and Performance”.
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini merupakan pembuka dari rangkaian kelas intensif yang dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari ke depan; kelas diadakan di Sekolah Pascasarjana UGM selama dua hari dan diadakan di FIB UGM selama tiga hari. Dr. Sadiah Boonstra, yang merupakan Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow di Melbourne University, hadir membagikan perspektif mendalam mengenai sejarah (history), memori (memory), dan warisan budaya (heritage).
Krisna Tama, salah satu mahasiswa Magister dari Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Visual Universitas Gadjah Mada, mempresentasikan penelitiannya pada Konferensi Tahunan ke-5 Fakultas Pendidikan. Diselenggarakan oleh Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada 1–2 April 2026, konferensi tersebut mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan untuk Generasi Mendatang: Memajukan Keadilan Global dan Inovasi.”
Konferensi ini merupakan pertemuan internasional bergengsi yang menarik minat akademis dari seluruh penjuru dunia. Menurut Dekan Fakultas Pendidikan UIII, panitia menerima 129 abstrak dan 17 makalah lengkap dari tujuh negara, termasuk Afganistan, Australia, Indonesia, Malaysia, Rumania, Singapura, dan Amerika Serikat. Setelah melalui proses blind peer-review yang ketat, 62 makalah akhir dari Australia, Indonesia, dan Malaysia terpilih untuk dipresentasikan. Konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama kelas dunia dari institusi ternama, termasuk Union College (AS), University of Edinburgh (Inggris), Research Institute on Contemporary Southeast Asia (Thailand), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Mahasiswa program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada bersama Prof. M. Dwi Marianto melangsungkan kuliah lapangan di Cemeti-Institute for Art and Society. Kegiatan ini bertujuan untuk membedah diskursus pameran yang dikurasi oleh Mira Asriningtyas dan Dito Yuwono yang menggunakan narasi ikonik “Keluarga Cemara” sebagai titik berangkat kritik sosial-politik. Mahasiswa melakukan tinjauan langsung terhadap karya-karya Nindityo Adipurnomo dan Agung Kurniawan yang mengeksplorasi ambiguitas konsep keluarga dalam konteks Indonesia kontemporer di kuliah lapangan kali ini.