Tiga mahasiswa Program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada, yaitu Febri Anugerah, Isradina Paricha, dan Ryssa Putri Nabila, terlibat dalam kegiatan penelitian asesmen untuk Festival Lestari #6 yang diselenggarakan pada 30 April hingga 10 Mei 2026 di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sanggau, bekerja sama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) serta Banyan Art and Heritage sebagai mitra penelitian.
Berita
Sebuah pergelaran sendratasik bertajuk “Taru Atutur” digelar oleh Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dalam rangka Dies Natalis ke-35. Pergelaran tersebut digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Gedung Grha Sabha Pramana Lantai 1, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Dies Natalis ke-35 ini menjadi peristiwa penting dalam perjalanan PSPSR UGM. Program studi ini memiliki kontribusi yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan seni dan kebudayaan di Indonesia. Selama 35 tahun perjalanannya, PSPSR UGM telah melahirkan akademisi, seniman, peneliti, dan pemikir seni yang turut memberikan sumbangsih bagi perkembangan seni pertunjukan, seni rupa, serta kajian kebudayaan Nusantara.
(Kamis, 21 Mei 2026) Secara historis, desain dan kebudayaan material kerap membekukan logam dalam definisi yang sangat maskulin: padat, keras, dingin, dan kaku. Logam adalah tulang punggung era industrialisasi; ia dibentuk untuk melayani fungsi utilitarian atau dikomodifikasi semata. Namun, apa yang terjadi ketika kekakuan ontologis itu dibongkar? Pameran “Metal In Flux: Crafting Tradition and Innovation” yang digelar di Omah Budoyo, Yogyakarta, memberikan jawaban yang provokatif. Melalui pameran ini, kita diajak untuk melihat logam bukan sebagai benda mati, melainkan sebagai sebuah media yang terus mengalir, bermutasi, dan menyimpan arsip perlawanan zaman.
Pada hari Kamis, 30 April 2026, Academic Sharing Session diselenggarakan pada sore hari, yang diorganisir oleh Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan bagian dari forum akademik mahasiswa PSPSR S3 yang dirancang untuk mempromosikan penelitian dan memfasilitasi dialog lintas perspektif. Acara ini dijadwalkan berlangsung sebulan sekali. Dalam sesi ini, dua pembicara yang hadir adalah: Kadek Primayudi, dengan topik “Desain Grafis Vernakular: Penguatan Identitas Lokal”, dan Anwar Hidayat, dengan judul penelitian “Negosiasi Estetika dan Ergonomi dalam Ekonomi Simbolik: Studi Kasus Sepatu Kulit Keewa Yogyakarta”. Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Paramitha Dyah Fitriasari, S.Ant., M.Hum., selaku Ketua Program Magister. Program ini juga didukung oleh Dr. Sri Margana, M.Hum. (M.Phil.), Kepala Program Doktoral Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Sekitar 20 mahasiswa doktoral dalam program PSPSR menghadiri sesi ini. Kami berharap program Academic Sharing Session ini akan terus memperluas pengetahuan mahasiswa, berfungsi sebagai platform bagi mereka untuk mempersiapkan tahap studi, dan terus mendorong kemajuan penelitian mereka.
Program Studi Pengkajian Seni dan Pertunjukan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada menggelar seri diskusi perdana Forum 35 #1 bertajuk “Practice-Based Research” pada Rabu, 6 Mei 2026, pukul 10:00 WIB. Acara yang berlangsung di Ruang 407, Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-35 PSPSR UGM.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Forum diskusi ini menghadirkan Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M.A., sebagai narasumber utama. Dalam diskusi kali ini, Dr. Lono menjelaskan materi mengenai practice-based research dan practice-led research serta perbedaan antara keduanya.
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada memperkuat jejaring kerja sama dengan institusi kebudayaan melalui acara Talk and Performance bertajuk “R.M. Jodjana; Embodied Culture in Motion: Presence as Cultural Ambassadorship”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida, berpusat di Museum Ullen Sentalu pada Rabu 29 April 2026.
Kepala Program Studi Doktor PSPSR UGM, Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil., hadir sebagai salah satu pembahas. Dalam paparannya, beliau membedah secara mendalam riwayat hidup serta perjalanan karier Raden Mas Jodjana. Sosok penari dan seniman legendaris tersebut dikupas mulai dari latar belakang biografinya hingga peran krusialnya dalam membawa napas seni tradisi ke panggung internasional, khususnya selama berkarier di Eropa.
Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia, Program Studi (Prodi) Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Museum Ullen Sentalu menyelenggarakan acara bertajuk “Talk and Performance: R.M. Jodjana; Embodied Culture in Motion: Presence as Cultural Ambassadorship”.
Acara yang berlangsung pada Rabu 29 April 2026 pukul 09.00 WIB ini bertempat di kompleks Museum Ullen Sentalu, Kaliurang. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara hybrid, memadukan kehadiran langsung di lokasi (on-site) dengan partisipasi daring melalui platform Zoom.
Dalam rangkaian acara pelepasan wisudawan di Sekolah Pascasarjana UGM, sebuah persembahan tari dari mahasiswa Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) mencuri perhatian para hadirin.
Tarian Dana Deno yang ditampilkan dengan penuh penghayatan ini merefleksikan kedalaman eksplorasi seni yang menjadi ciri khas para mahasiswa PSPSR. Momen puncak terjadi di tengah pertunjukan, ketika Kepala Program Studi Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.A., serta salah satu wisudawan doktor PSPSR, Heni Siswantari, secara spontan bergabung ke tengah panggung. Keikutsertaan Dr. Paramitha dan Heni Siswantari dalam tarian tersebut tidak hanya menjadi suguhan visual yang memukau, tetapi juga simbol dari solidaritas dan kedekatan hubungan antara dosen serta mahasiswa di lingkungan PSPSR. Penampilan kolaboratif ini mencerminkan semangat kekeluargaan yang tetap erat terjalin meskipun masa studi formal telah berakhir.
Pada hari Rabu, 22 April 2026, Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan wisuda bagi lulusan program pascasarjana. Sebanyak lima mahasiswa dari program studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), yaitu, Rika Amalia Putri, Titisari Teresa Rahayu, Arien Aninda Nur Rahma, Juanda M. Arvis, dan Sindhu Lintang Ismoyo, menjadi bagian dari para wisudawan yang merayakan pencapaian akademik mereka.
Rangkaian acara wisuda diawali dengan prosesi penyerahan ijazah yang berlangsung di Grha Sabha Pramana (GSP) pada pagi hari. Setelah prosesi tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan wisudawan dan hiburan di tingkat fakultas pada pukul 13:00 WIB yang bertempat di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.
Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM menyelenggarakan Pelatihan Layanan Disabilitas bertajuk Disability Awareness untuk Mewujudkan Kampus Inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas civitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh warga kampus. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UGM untuk mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih aksesibel dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.