• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Berita
  • Menelusuri Pedagogi Maskulinitas di Lapo Tuak: Krisna Tama Mempresentasikan Materi pada Konferensi Tahunan ke-5 FoE, UIII

Menelusuri Pedagogi Maskulinitas di Lapo Tuak: Krisna Tama Mempresentasikan Materi pada Konferensi Tahunan ke-5 FoE, UIII

  • Berita
  • 2 April 2026, 15.38
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

​Krisna Tama, salah satu mahasiswa Magister dari Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Visual Universitas Gadjah Mada, mempresentasikan penelitiannya pada Konferensi Tahunan ke-5 Fakultas Pendidikan. Diselenggarakan oleh Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada 1–2 April 2026, konferensi tersebut mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan untuk Generasi Mendatang: Memajukan Keadilan Global dan Inovasi.”

​Konferensi ini merupakan pertemuan internasional bergengsi yang menarik minat akademis dari seluruh penjuru dunia. Menurut Dekan Fakultas Pendidikan UIII, panitia menerima 129 abstrak dan 17 makalah lengkap dari tujuh negara, termasuk Afganistan, Australia, Indonesia, Malaysia, Rumania, Singapura, dan Amerika Serikat. Setelah melalui proses blind peer-review yang ketat, 62 makalah akhir dari Australia, Indonesia, dan Malaysia terpilih untuk dipresentasikan. Konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama kelas dunia dari institusi ternama, termasuk Union College (AS), University of Edinburgh (Inggris), Research Institute on Contemporary Southeast Asia (Thailand), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Krisna Tama berpartisipasi secara daring dalam Sesi Panel 2F, yang berfokus pada “Sistem Pembelajaran Inovatif, Transformasi Digital, Pemikiran Transformatif, dan Growth Mindset dalam Pendidikan.” Ia mempresentasikan makalah yang berjudul “Improvisasi dan Pendidikan Emosional di Kalangan Lelaki Batak Toba di Lapo Tuak.”

​Berdasarkan penelitian etnografi di Lapo Tuak Anju Malau, Matio, Toba, Sumatera Utara, karya Krisna menantang persepsi konvensional. Ia menyoroti bahwa Lapo Tuak bukan sekadar kedai tradisional, melainkan berfungsi sebagai “ruang ketiga” (third space) atau “tahap liminal” bagi lelaki Batak Toba untuk melepaskan sejenak tekanan struktur sosial, hukum adat, dan beban kerja.

​Melalui kacamata Studi Performansi, Krisna berargumen bahwa Lapo Tuak berfungsi sebagai arena bagi Pendidikan Emosional melalui Pedagogi Maskulinitas. Di ruang ini, hierarki sosial dikesampingkan, memungkinkan terciptanya ikatan egaliter (communitas). Di sini, para lelaki menegosiasikan kerentanan (vulnerability) dan tuntutan maskulinitas melalui improvisasi budaya yang spontan.

 

​”Praktik komunal seperti bernyanyi bersama, berbagi humor, dan berkeluh kesah—dengan tuak sebagai perantaranya—berperan sebagai katup pengaman psikologis (psychological safety valve) terhadap tekanan ekonomi dan domestik,” jelas studi tersebut. Melalui improvisasi ini, penderitaan dan kesedihan pribadi ditransformasikan menjadi narasi yang terstruktur dan pengalaman estetika kolektif.

​Penelitian ini menawarkan kontribusi krusial bagi kebijakan pendidikan dan intervensi sosial. Temuan Krisna menggarisbawahi pentingnya mengakui ruang komunal kelas pekerja sebagai mitra penting dalam kesehatan mental dan intervensi sosial yang peka gender. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan emosional tidak hanya terjadi di ruang kelas; ia terjadi di atas meja kayu, di tengah kepulan asap rokok, dan dentingan gitar.

​Partisipasi Krisna Tama dalam panel internasional ini diharapkan dapat menginspirasi anggota komunitas akademik lainnya untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, kritis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, partisipasi Krisna juga merupakan salah satu cara untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin:

  • SDG 4 (Quality Education) yang mengangkat pentingnya pendidikan emosional di luar ruang kelas formal.
  • SDG 3 (Good Health and Well-being), menyoroti peran ruang komunal sebagai pendukung kesehatan mental.
  • SDG 5 (Gender Equality), melalui pendekatan intervensi sosial yang peka gender dan pemahaman terhadap maskulinitas.
  • SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), mengakui pentingnya ruang ketiga (third space) dalam masyarakat agar ikatan sosial tetap terjaga. (KT)

 

 

 

Tags: SDG 11: Sustainable Cities and Communities SDG 3: good health and well-being SDG 4: Quality Education SDG 5: Gender Equality

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • PSPSR (S3) Academic Sharing Session
  • Forum 35 #1: Kupas Tuntas Practice-Based Research Bersama Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.
  • 📢 Forum 35 #1 – Practice-Based Research
  • Sinergi Akademik dan Budaya: PSPSR UGM dan Museum Ullen Sentalu Bedah Warisan R.M. Jodjana
  • Peringati Hari Tari Dunia, PSPSR UGM dan Museum Ullen Sentalu Gelar Talk & Performance R.M. Jodjana
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY