Pada hari Rabu, 2 Oktober 2024, di Ruang 407, lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, diadakan lokakarya tentang Polonaise: Tarian dan Musik Tradisional Polandia. Lokakarya ini dipimpin oleh Dr. Marzanna Poplawska dari Universitas Warsawa sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kedutaan Besar Polandia di Indonesia. Polonaise adalah warisan budaya tak benda Polandia yang secara resmi diakui oleh UNESCO pada tahun 2023. Menurut UNESCO, Polonaise adalah tarian kelompok Polandia yang meriah yang dilakukan oleh beberapa hingga beberapa ratus pasangan dalam sebuah prosesi, mengikuti arahan yang diberikan oleh pasangan pertama.
Untuk meningkatkan kualitas penulisan akademik dan keterampilan berpikir kritis dalam membangun argumen ilmiah, sebagai bagian dari upaya mempromosikan pendidikan berkualitas (SDGs 4), Program Studi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan Seri Penulisan Ilmiah #3 dengan tema: Membangun Argumen Ilmiah pada hari Senin, 10 Juni 2024. Seri ini dipresentasikan oleh Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, yang menekankan langkah-langkah untuk membangun argumen ilmiah. Salah satu poin kunci yang disorot adalah keterkaitan antara berbagai elemen dalam sebuah makalah ilmiah. Dalam setiap penulisan ilmiah, selalu ada dua komponen utama: ide pengendali dan ide pendukung. Ide pengendali adalah pernyataan umum penulis, sedangkan ide pendukung terdiri dari pemikiran atau informasi yang mendukung ide umum tersebut.
Hanya untuk mahasiswa PSPSR UGM
Pada hari Jumat, 31 Mei 2024, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Seri Penulisan Ilmiah #2. Acara ini merupakan kelanjutan dari seri pertama yang diadakan pada hari Jumat, 3 Mei 2024. Acara dimulai pukul 08.30, bersama Prof. Nurdiana Gaus, S.S., PGDIP., Ph.D. sebagai pembicara, dan berlangsung di Ruang 203, Unit III Sekolah Pascasarjana UGM. Sekitar 30 mahasiswa magister dari PSPSR UGM menghadiri sesi tersebut.
Acara dimulai dengan pidato pembukaan oleh Kepala Program PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Fokus utama sesi ini adalah untuk memperkenalkan mahasiswa magister PSPSR UGM pada jurnal akademik dan membimbing mereka tentang cara menulis jurnal ilmiah dengan benar. Prof. Nurdiana Gaus, S.S., PGDIP., Ph.D. Diskusi mendalam dilakukan mengenai bagian pendahuluan jurnal ilmiah. Pendahuluan dianggap sangat penting karena pendahuluan yang disusun dengan baik mempermudah penulisan bagian-bagian selanjutnya hingga kesimpulan. Pendahuluan yang ditulis dengan baik juga membantu pembaca memahami isi dan proses berpikir penulis.
Hanya untuk mahasiswa PSPSR UGM
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, UGM, bekerja sama dengan Jogja Disability Art (Indonesia) dan DaDa Fest (Inggris), dua organisasi yang bergerak di bidang seni disabilitas, menyelenggarakan Seminar Mini bertema Menciptakan Makna dan Memberdayakan Kemungkinan dalam Praktik Seni Disabilitas: Refleksi dari Dada Fest (Inggris) dan Jogja Disability Arts (Indonesia). Seminar ini diadakan pada hari Rabu, 8 Mei 2024 pukul 13.00-15.00 di lantai 5 gedung pascasarjana UGM, dipandu oleh A. Sudjud Dartanto sebagai moderator.
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menggelar Seminar Panji Internasional, Selasa (12/10) di Auditorium Sekolah Pascasarjana, UGM.
Seminar Panji Internasional kali ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara yang membahas dinamika budaya seputar kisah Panji di Asia Tenggara. Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini adalah Dr. Lydia Kieven (Jerman), Dr. Thaneerat Jatuthasri (Thailand), Dr. G.R. Lono L. Simatupang, M.A. (Indonesia), Dr. Soo Pong Chua (Singapura), Rudy Wiratama, S.I.P., M.A. (Indonesia), dan Ibu Ei Ei Thant (Myanmar).
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa bersama dengan Jogja Disability Arts Foundation menyelenggarakan Seminar Internasional tentang Disability Arts: Creativity, Agency, Connectivity, Rabu (11/8) di Auditorium Sekolah Pascasarjana, UGM. Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara Jogja International Disability Arts, Binealle 2023. Seminar ini membahas pentingnya mendiskusikan seni disabilitas dalam persimpangannya yang kompleks dengan praktik kreatif, tindakan pemberdayaan, dan inisiatif kolaboratif.
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa mengadakan Sharing Session dengan Dr. Camilo Solinti Soler Caicedo dari King’s College University UK, Kamis (21/9) di ruang 407, Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Tema diskusi adalah tentang penelitian disertasi Camilo, khususnya tentang tari salsa dan hal-hal yang terkait dengannya. Tari salsa penuh dengan keragaman dan proses budaya kreolisasi. Tidak mengherankan bahwa tari salsa yang tumbuh dalam budaya egaliter dapat menciptakan karya dalam berbagai bentuk, meskipun tetap disebut salsa. Tarian ini penuh dengan simbol perlawanan masyarakat terhadap sistem yang sedang berlangsung.
Sharing Session PSPSR UGM kembali diadakan pada hari Kamis (27/7) di Ruang Pertemuan 1 Sekolah Pascasarjana UGM. Sharing Session kali ini mengundang tamu dari Departemen Bahasa Inggris, Linguistik & Studi Teater National University of Singapore (NUS) – Assoc Prof. Miguel Escobar Varela. Sharing Session kali ini berfokus pada peran teknologi dalam seni. Beberapa terobosan disampaikan oleh Prof. Miguel mengenai pentingnya teknologi sebagai metode dalam dokumentasi sebelumnya sehingga manfaatnya dapat dipetik hingga saat ini. Prof. Miguel memberikan uraian tentang dokumentasi proporsional wayang kulit pada abad ke-18 Masehi dan uraian tentang dokumentasi tari kinestetik berbasis teknologi. Uraian teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana bagi siapa saja untuk mempelajari tarian tertentu berdasarkan demonstrasi dari para ahli yang kompeten.