• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 11
Pos oleh :

pspsr.pasca

The Future of Arts

Seminar In Minggu, 28 Februari 2021

“The Future of Arts” sebagai tema dies PSPSR tahun ini menggarisbawahi masa depan seni, baik dari sisi bentuk maupun posisinya, dalam konteks masyarakat kontemporer. Masa depan itu tak hanya penerusan masa kini atau proyeksi dari masa kini, melainkan terselip harapan atau kondisi yang diimajinasikan dan belum menemukan bentuknya. Selain itu, seni sesungguhnya ikut berkontribusi dalam mengukir masa depan karena seni merupakan bagian dari praktik sosial, terutama perannya dalam menciptakan dunia simbolik. Seni, kita tahu, mengusung nilai-nilai estetika yang tak hanya mengilhami, tapi juga menjadikan penghayatan hidup yang lebih intens. read more

Seni dan Diplomasi Budaya

Seminar In Selasa, 17 September 2019

Misi kebudayaan di tanah air Indonesia telah dilaksanakan setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Bagi Sukarno, melalui budaya Indonesia dapat menunjukkan kemerdekaannya, serta keragaman budayanya. Atas dasar itu, Sukarno telah melaksanakan misi kebudayaan dengan mengirimkan berbagai seniman ke luar negeri. Singkatnya, misi kebudayaan tersebut sejalan dengan agenda kebijakan luar negeri Sukarno. Seorang Indonesianis lainnya, Jennifer Lindsay juga menulis bahwa: Banyak misi kebudayaan dikirim ke luar negeri oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an dan 1960-an. Misi tersebut, yang biasanya terdiri dari penari dan musisi, dimaksudkan sebagai ekspresi ‘national confidence and pride‘ (Lindsay, 2012: 195). Meskipun setuju dengan hal ini, dalam tulisannya Barbara Hatley menyatakan bahwa pada era tersebut memang ada agenda untuk menciptakan budaya nasional yang maju bagi bangsa Indonesia (2014: 4). read more

Seni di Era Kecerdasan Buatan

Aktivitas Kamis, 25 April 2019

Kuliah Umum

Pembicara: Antonius Wiriadjaja

Moderator: Michael HB Raditya

2 Mei 2019

Peluncuran Buku “Play and Display”

Seminar In Selasa, 26 Maret 2019

“Play and Display: Dua Mode Pergelaran Reyog Ponorogo di Jawa Timur” adalah analisis pertunjukan tari rakyat Jawa, yaitu Reyog Ponorogo. Premis dasar penelitian ini adalah pandangan bahwa makna Reyog Ponorogo secara inheren terkait dengan peristiwa pertunjukannya, dan secara kolaboratif makna tersebut dibangun dan direkonstruksi oleh para peserta seiring dengan terjalinnya peristiwa dan terlaksananya pertunjukan. Pandangan ini kemudian mengarah pada pemeriksaan unsur-unsur formal, yaitu: bagaimana unsur-unsur tersebut disusun menjadi pertunjukan dalam berbagai pengaturan ruang-waktu dan kesempatan?; Bagaimana para peserta berinteraksi dalam pengaturan yang berbeda? Melalui pencarian ini, penelitian ini menegaskan dua mode pertunjukan Reyog Ponorogo, yaitu: mode presentasional dan mode partisipatif. Buku ini mengungkapkan bahwa kedua mode pertunjukan tersebut merupakan peristiwa publik dengan kerangka temporal, spasial, dan ideasional sehingga masyarakat Ponorogo sebagai aktor dan penonton sama-sama mengalami (secara visual, auditori, fisik, dan mental) sejumlah aspek penting dari eksistensi pribadi mereka. Anggota masyarakat Ponorogo, serta warga negara. Kekuatan pertunjukan Reyog Ponorogo terletak pada kenyataan bahwa ini adalah momen bagi masyarakat Ponorogo untuk mengalami dan mengekspresikan hal-hal mendasar ini dengan cara yang menghibur, yaitu: play and display. read more

Logam dan Musik: Membentuk dan Menyelaraskan Kembali Identitas Modern di Pedesaan Jawa

Aktivitas Kamis, 8 November 2018

Diskusi Umum

Pembicara: Nancy I. Cooper

Moderator: Wiwik Sushartami

11 November 2018

Persoalan Gender dalam ‘Industri’ Dangdut: Peran dan Pengalaman Perempuan

Aktivitas Jumat, 31 Agustus 2018

Forum Diskusi Seni

Pembicara: Andrea Decker

Moderator: Michael HB Raditya

7 September 2018

Bentang Tubuh, Batu, dan Hasrat

Aktivitas Jumat, 17 Agustus 2018

Diskusi Buku

Pembicara: Dewi Candraningrum & Kris Budiman

Moderator: Michael HB Raditya

24 Agustus 2018

Menilik Ulang Hakikat Komposisi Musik

Aktivitas Senin, 6 Agustus 2018

Forum Bincang Seni

Pembicara: Jay Afrisando

Moderator: Michael HB Raditya

13 Agustus 2018

Diskusi Buku: Memaknai Wayang dan Gamelan Temu Silang Jawa, Islam, dan Global

Aktivitas Rabu, 1 Agustus 2018

Diskusi Buku

Pembicara:

G.R. Lono L. Simatupang

KH. Abdul Muhaimin

Moderator Rudy Wiratama

7 Agustus 2018

Menemukan Kembali Musik Keroncong

Aktivitas Rabu, 2 Mei 2018

Diskusi Umum

Pembicara: Hannah Standiford & Prof. Dr. Victor Ganap

Moderator: Michael HB Raditya

9 Mei 2018

1…910111213

Berita Terakhir

  • Menelaah Ulang Koleksi Museum Melalui Perspektif Pascakolonial: Mahasiswa Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM Presentasikan Riset Kuratorial di Konferensi Internasional Asian Studies Conference Japan 2026
  • Menjala Ingatan di Samudra Arsip: Catatan dari Pameran Archivepelago Garin Nugroho
  • Sarasehan Kajian Ergonomi Dadak Merak Pada Remaja dan Dewasa Di Ponorogo
  • Forum 35 #2 PSPSR UGM Bahas Estetika Warna Nusantara dan Pewarna Alami
  • Mahasiswa PSPSR UGM Terlibat sebagai Seniman Partisipan Bersama Eko Nugroho dalam Artjog 2026
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY