Yogyakarta, 2026 — Mahasiswa Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM), Febri Anugerah, terlibat sebagai seniman partisipan dalam perhelatan seni Artjog 2026: Ars Longa Generatio yang diselenggarakan di Jogja National Museum.
Pada program tersebut, Febri berkolaborasi bersama seniman Eko Nugroho melalui ruang kolaborasi Eko Nugroho x Versus Project. Versus Project merupakan kolektif yang terdiri dari lima seniman muda, yaitu Febri Anugerah, Dyah Retno, Aphrodita Wibowo, dan Gindring Wasted. Dalam Artjog 2026, kelompok ini menghadirkan karya bertajuk “Sirkus Janji.” mengangkat gagasan mengenai “Janji” sebagai ruang refleksi terhadap retorika, pengingkaran, serta dampak sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Dalam pemaknaannya, janji dapat menjadi bentuk harapan, komitmen, dan hubungan sosial, tetapi juga dapat berubah menjadi instrumen kekuasaan ketika tidak diwujudkan.
Melalui karya “Commemoration of the Unkept”, Febri merespons bagaimana praktik peringatan atau komemorasi sering kali digunakan untuk membangun narasi tertentu dan membentuk ingatan kolektif. Karya ini mengajak publik untuk melihat kembali relasi antara janji, kekuasaan, dan pengalaman masyarakat terhadap janji yang tidak terpenuhi.
Dalam karya tersebut, bunga melati digunakan sebagai simbol janji, sementara material besi merepresentasikan konstruksi janji yang memiliki sifat ambigu dan dapat berubah makna. Karya ini menjadi bentuk refleksi kritis terhadap bagaimana janji dapat menjadi harapan, tetapi juga dapat meninggalkan ingatan atas sesuatu yang tidak pernah terwujud. Melalui partisipasi ini, Febri menghadirkan praktik seni yang tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga membuka ruang percakapan mengenai pengalaman sosial, ingatan, dan harapan masyarakat terhadap masa depan.
Keterlibatan Febri dalam Artjog 2026 menunjukkan peran seni sebagai medium dialog sosial dan ruang produksi pengetahuan selaras dengan komitmen global dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs):
- SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui upaya mendorong kesadaran publik, refleksi kritis, dan partisipasi masyarakat dalam membaca relasi sosial-politik.
- SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) karena menempatkan ruang budaya dan praktik seni sebagai bagian dari pembentukan memori kolektif serta keberlanjutan identitas masyarakat. (IP)






