• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa PSPSR UGM Terlibat sebagai Seniman Partisipan Bersama Eko Nugroho dalam Artjog 2026

Mahasiswa PSPSR UGM Terlibat sebagai Seniman Partisipan Bersama Eko Nugroho dalam Artjog 2026

  • Berita
  • 30 Juni 2026, 14.50
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Yogyakarta, 2026 — Mahasiswa Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM), Febri Anugerah, terlibat sebagai seniman partisipan dalam perhelatan seni Artjog 2026: Ars Longa Generatio yang diselenggarakan di Jogja National Museum.

Pada program tersebut, Febri berkolaborasi bersama seniman Eko Nugroho melalui ruang kolaborasi Eko Nugroho x Versus Project. Versus Project merupakan kolektif yang terdiri dari lima seniman muda, yaitu Febri Anugerah, Dyah Retno, Aphrodita Wibowo, dan Gindring Wasted. Dalam Artjog 2026, kelompok ini menghadirkan karya bertajuk “Sirkus Janji.” mengangkat gagasan mengenai “Janji” sebagai ruang refleksi terhadap retorika, pengingkaran, serta dampak sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Dalam pemaknaannya, janji dapat menjadi bentuk harapan, komitmen, dan hubungan sosial, tetapi juga dapat berubah menjadi instrumen kekuasaan ketika tidak diwujudkan.

Melalui karya “Commemoration of the Unkept”, Febri merespons bagaimana praktik peringatan atau komemorasi sering kali digunakan untuk membangun narasi tertentu dan membentuk ingatan kolektif. Karya ini mengajak publik untuk melihat kembali relasi antara janji, kekuasaan, dan pengalaman masyarakat terhadap janji yang tidak terpenuhi.

Dalam karya tersebut, bunga melati digunakan sebagai simbol janji, sementara material besi merepresentasikan konstruksi janji yang memiliki sifat ambigu dan dapat berubah makna. Karya ini menjadi bentuk refleksi kritis terhadap bagaimana janji dapat menjadi harapan, tetapi juga dapat meninggalkan ingatan atas sesuatu yang tidak pernah terwujud. Melalui partisipasi ini, Febri menghadirkan praktik seni yang tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga membuka ruang percakapan mengenai pengalaman sosial, ingatan, dan harapan masyarakat terhadap masa depan.

Keterlibatan Febri dalam Artjog 2026 menunjukkan peran seni sebagai medium dialog sosial dan ruang produksi pengetahuan selaras dengan komitmen global dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs):

  • SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui upaya mendorong kesadaran publik, refleksi kritis, dan partisipasi masyarakat dalam membaca relasi sosial-politik.
  • SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) karena menempatkan ruang budaya dan praktik seni sebagai bagian dari pembentukan memori kolektif serta keberlanjutan identitas masyarakat. (IP)

 

 

 

 

Tags: SDG 11: Sustainable Cities and Communities SDG 16: Peace Justice and Strong Institutions

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Mahasiswa PSPSR UGM Terlibat sebagai Seniman Partisipan Bersama Eko Nugroho dalam Artjog 2026
  • Mahasiswa PSPSR UGM Presentasikan Riset Pelestarian Pengetahuan Tradisional Kasongan pada 26th Asian Studies Association of Australia Biennial Conference – ASAA 2026
  • Penerimaan Mahasiswa Baru – Beasiswa PDDI Skema Reguler
  • Forum 35 #2 – Meramu Estetika Warna Nusantara
  • Berbagi Pengetahuan Bersama dalam Kesinambungan Bunyi, Tubuh, dan Respons Gerak
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY