“Play and Display: Dua Mode Pergelaran Reyog Ponorogo di Jawa Timur” adalah analisis pertunjukan tari rakyat Jawa, yaitu Reyog Ponorogo. Premis dasar penelitian ini adalah pandangan bahwa makna Reyog Ponorogo secara inheren terkait dengan peristiwa pertunjukannya, dan secara kolaboratif makna tersebut dibangun dan direkonstruksi oleh para peserta seiring dengan terjalinnya peristiwa dan terlaksananya pertunjukan. Pandangan ini kemudian mengarah pada pemeriksaan unsur-unsur formal, yaitu: bagaimana unsur-unsur tersebut disusun menjadi pertunjukan dalam berbagai pengaturan ruang-waktu dan kesempatan?; Bagaimana para peserta berinteraksi dalam pengaturan yang berbeda? Melalui pencarian ini, penelitian ini menegaskan dua mode pertunjukan Reyog Ponorogo, yaitu: mode presentasional dan mode partisipatif. Buku ini mengungkapkan bahwa kedua mode pertunjukan tersebut merupakan peristiwa publik dengan kerangka temporal, spasial, dan ideasional sehingga masyarakat Ponorogo sebagai aktor dan penonton sama-sama mengalami (secara visual, auditori, fisik, dan mental) sejumlah aspek penting dari eksistensi pribadi mereka. Anggota masyarakat Ponorogo, serta warga negara. Kekuatan pertunjukan Reyog Ponorogo terletak pada kenyataan bahwa ini adalah momen bagi masyarakat Ponorogo untuk mengalami dan mengekspresikan hal-hal mendasar ini dengan cara yang menghibur, yaitu: play and display.
Berdasarkan ulasan buku tersebut, kami mengadakan peluncuran buku dengan mengundang beberapa orang:
- Garin Nugroho (Komentator Buku)
- G.R. Lono Lastoro Simatupang (Penulis Buku)
Moderator: Michael HB Raditya
