Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan lokakarya batik bekerja sama dengan anggota kelompok perempuan PKK Desa Pringgading, Bantul, pada tanggal 28–29 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program keterlibatan masyarakat “Nusa Budaya: Narasi untuk Masyarakat Berbudaya”, sebuah inisiatif berbasis seni yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kreatif masyarakat pedesaan sekaligus menjembatani praktik akademis dengan dinamika sosial lokal. Melalui program ini, mahasiswa didorong tidak hanya untuk menerapkan pengetahuan teoretis, tetapi juga untuk secara kritis mengkaji relevansi kajian artistik dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Berita
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan lokakarya Karawitan (gamelan Jawa) untuk lansia di Desa Pringgading, Bantul, pada tanggal 28–29 November 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari program keterlibatan masyarakat “Nusa Budaya: Narasi untuk Masyarakat Berbudaya”, sebuah inisiatif yang menempatkan praktik seni sebagai media untuk memperkuat hubungan sosial, mewariskan nilai-nilai budaya, dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya meneliti relevansi sosial dari kajian karawitan, tetapi juga mendampingi para lansia sebagai praktisi budaya yang aktif dan produktif.
Desember, 2025 – Pada 13 Desember 2025, empat mahasiswa Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada, mengikuti konferensi INCARTURE: International Conference on Arts and Culture 2025 dengan penyelenggara pascasarjana ISBI Bandung yang dilaksanakan di Universitas Mandiri Bandung. Acara tersebut mengusung tema “Strengthening Creativity in Digital Era: Art, Education, and Culture” dan mengundang lima pembicara utama, yaitu Prof. Endang Caturwati, S.ST., MS. (Indonesia), Prof. Arsenio Nicolas (Thailand), Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. (Indonesia), Prof. Urip Sulistyo, Ph.D (Indonesia), dan Prof. Valentin Yakushik (Ukraina). Adapun keikutsertaan empat mahasiswa tersebut memaparkan hasil riset yang beragam, berkaitan dengan isu pelestarian tradisi hingga pemanfaatan teknologi di era digital.