Andong, Korea Selatan — Tim delegasi dari Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang World Mask Dance Competition 2026. Kompetisi internasional yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Andong Maskdance Festival 2026 yang digelar di Kota Andong, Korea Selatan, pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Delegasi PSPSR terdiri atas sembilan personel yang dipimpin oleh Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Tim delegasi PSPSR yang juga disebut dengan tim PAVAS (Performing Arts and Visual Arts Studies) ini membawa lima repertoar tari untuk berlaga di dua kategori utama, yakni kategori grup dan individu. Dalam ajang ini, tim PAVAS membawakan lima karya repertoar tari, yang terdiri dari satu kategori grup dan empat kategori individu:
- Kategori Grup: Mahesa Ngombang (ditampilkan oleh 8 orang penari)
- Kategori Individu: Agni Glagah Murti (ditampilkan oleh 4 orang penari)
- Kategori Individu: Repertoar tari solo oleh Hendra Nasution
- Kategori Individu: Repertoar tari solo oleh Ida Bagus Pradnyananta Arimbawa
- Kategori Individu: Repertoar tari solo oleh Damas Ilham Dwi Mahardika
Kompetisi tahun ini berlangsung kompetitif dengan keikutsertaan 150 peserta dari dalam dan luar negeri, yang mewakili 25 negara di seluruh dunia.
Meski bersaing dengan puluhan negara, Tim PAVAS berhasil membawa pulang empat penghargaan:
- Bronze Medal (Kategori Grup): Diperoleh melalui karya tari grup bertajuk Mahesa Ngombang.
- Bronze Medal (Kategori Individu): Diraih oleh perwakilan PSPSR yang membawakan karya tari Agni Glagah Murti.
- Special Prize (Kategori Individu): Diraih oleh Damas Ilham Dwi Mahardika melalui karya tari Lelana.
- Special Prize (Kategori Individu): Diraih oleh Ida Bagus Pradnyananta Arimbawa melalui karya tari Rangda-Karang Awak.
Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama almamater di kancah internasional, tetapi juga menjadi bukti eksistensi dan daya saing seni pertunjukan tradisi Indonesia di tingkat dunia.
Prestasi tim delegasi PSPSR UGM (PAVAS) dalam ajang World Mask Dance Competition 2026 ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals berikut:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) Mewujudkan pendidikan berbasis praktik dan apresiasi keberagaman budaya di tingkat perguruan tinggi.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) Meningkatkan daya saing dan promosi potensi industri kreatif serta seni pertunjukan tradisi secara global.
- SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) Melestarikan dan mempromosikan warisan budaya takbenda (cultural heritage) Indonesia di panggung dunia.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Mendorong diplomasi budaya dan kolaborasi internasional antar 25 negara peserta. (NA)
