Yogyakarta, 23 Oktober 2026 — Arts and Beyond Symposium: Ecosystem on Artivism, yang diselenggarakan oleh Program studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM), menghadirkan Agung Kurniawan dan Dr. Luh Gede Saraswati Putri (Saras Dewi) sebagai keynote speaker. Kedua pemaparan menempatkan seni bukan sekadar sebagai ekspresi estetis, melainkan sebagai praktik yang berhubungan dengan ingatan kolektif, pengalaman tubuh, keadilan sosial, dan keberlanjutan ruang hidup.
Berita
Yogyakarta, 23 Oktober 2026 — Program Studi Magister dan Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan sesi kedua Arts and Beyond Symposium: Ecosystem on Artivism. Sesi ini menghadirkan tiga penelitian yang membahas peran praktik seni dalam pelestarian warisan budaya, keberlanjutan komunitas, dan pembentukan identitas teritorial.
Nícolas Anderson Sobreira Tavares, mahasiswa Program Doktor PSPSR UGM, mempresentasikan penelitian Mutrani Foto Fobali: Pelestarian Wayang Topeng Gaya Yogyakarta di Album Keluarga Ki Supono Wiguno. Melalui etnografi di Sanggar Ki Supono Wiguno, penelitian ini menunjukkan bagaimana album foto keluarga menjadi sumber pengetahuan artistik. Foto topeng lama diaktifkan kembali dalam proses penciptaan, memperlihatkan bahwa pelestarian tradisi berlangsung melalui praktik dan pengetahuan perajin, bukan sekadar penyimpanan artefak.
Yogyakarta, 23 Oktober 2026 – Program Studi Magister dan Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Arts and Beyond Symposium: Ecosystem on Artivism sebagai bagian dari rangkaian Leaders Summit Pascasarjana #3. Bertempat di Auditorium Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, kegiatan ini dirancang dalam dua sesi diskusi utama untuk membedah irisan antara praktik seni, aktivisme politik, dan ketahanan ekosistem kebudayaan kontemporer.
Yogyakarta, 22 Oktober 2026 – Program studi pascasarjana seni, desain, dan pendidikan seni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Leaders Summit Pascasarjana #3, Kamis (22/10). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Magister dan Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana UGM di Auditorium Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM.
Sebelum pelaksanaan yang ketiga ini, Leaders Summit pertama kali digelar di Bali pada 2024, lalu di Bandung pada 2025. Forum ini menjadi tempat bertemu rutin bagi ketua dan koordinator program studi pascasarjana di bidang seni. Tahun ini, forum mengangkat tema “Merajut Pengetahuan, Menguatkan Legitimasi” dengan tagline “Connect, Collaborate, Create”. Forum ini bertujuan membangun pemahaman bersama tentang seni sebagai dasar keilmuan di jenjang pascasarjana dan memperkuat kolaborasi antar program studi dalam menghadapi tantangan kurikulum, riset, dan pengelolaan mutu. Selain itu, forum ini juga mendiskusikan langkah nyata menuju pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) khusus bidang seni dan desain.
Yogyakarta, 22 Oktober 2026 – Bagaimana pengetahuan lahir dari praktik seni dan bagaimana mutunya dapat dinilai secara adil? Pertanyaan ini menjadi benang merah Leaders Summit Pascasarjana #3 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister dan Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, pada Kamis (22/10/2026), di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.
Mengusung tema “Merajut Pengetahuan, Menguatkan Legitimasi”, forum ini mempertemukan dosen serta pengelola program pascasarjana seni, desain, dan pendidikan seni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan tersebut melanjutkan penyelenggaraan di Bali pada 2024 dan di Bandung pada 2025 dengan semangat “Connect, Collaborate, Create”.
Andong, Korea Selatan — Prestasi internasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Kali ini, Ida Bagus Pradnyananta Arimbawa, mahasiswa Program Studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana UGM, sukses membawa pulang penghargaan Special Prize untuk Kategori Individu dalam ajang Andong World Maskdance Competition 2026. Kompetisi skala internasional yang berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026 di Andong, Korea Selatan tersebut merupakan bagian dari acara tahunan Andong Maskdance Festival 2026.
Andong, Korea Selatan — Mahasiswa Program Studi Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Damas Ilham Dwi Mahardika, berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Damas menyabet penghargaan Special Prize untuk Kategori Individu dalam ajang Andong World Maskdance Competition, yang merupakan bagian dari pergelaran budaya Andong Maskdance Festival 2026 di Andong, Korea Selatan, pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Damas tampil sebagai bagian dari tim delegasi resmi PSPSR UGM yang mengusung nama tim PAVAS (Performing Arts and Visual Arts Studies). Dalam kompetisi bertaraf internasional tersebut, ia membawakan karya tari berjudul “Lelana”. Penampilan yang sarat akan makna dan nilai estetika tersebut berhasil memikat para dewan juri dan mengungguli berbagai peserta dari lintas negara.
Yogyakarta, 12 Oktober 2026 – Tim Cerita Pala yang dianggotai oleh Ramdani Rachmat, S.Sn,. M.A., Agim Gunawan, S.Sn., M.A., Topan Bagus Permadi, S.Sn., M.A., dan Indrananda Hermawan, sukses menyelenggarakan Seminar Kebudayaan dan Diseminasi Hasil Penelitian dengan tema “Memori, Seni Pertunjukan, dan Tradisi Lisan-Membaca Kembali Warisan Budaya Masyarakat Wandan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Lantai 5, Gedung Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada dengan dukungan penuh program studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta, 9 Oktober 2026 – Ullen Institute bekerja sama dengan Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, mengadakan kegiatan “Arts & Culture: Internasional Lecture Series”. Kegiatan ini diadakan secara hybrid di Ruang Sidang A, Gedung Sekolah Pascasarjana, UGM dan Zoom Meeting. Dengan menghadirkan Prof. Caren Carino, dari Faculty of Interdisciplinary Practices, Nanyang Academy of Fine Arts, University of the Arts Singapore dan Joyce Teo, Ph.D (Cand) dari School of Arts Management, Nanyang Academy of Fine Arts, University of the Arts Singapore, kegiatan yang berlangsung selama 2 jam ini berhasil mengundang banyak antusias peserta untuk berdiskusi.
Jakarta, September 2026 – Mahasiswa Program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Lysandra Zulfa Anindita, terpilih sebagai salah satu komponis muda dalam Pekan Komponis Indonesia 2026 di Taman Ismail Marzuki. Ia menghadirkan karya berjudul “Gladhen Tempur: Embleg Dhem sebagai Repertoar Bertahan” dalam Konser Karya 6 Komponis Muda Inkubasi Composers/Performance Pekan Komponis Indonesia (PKIna) 2026.
Pekan Komponis Indonesia 2026 ini diselenggarakan oleh Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) dan Indonesian Composers Collective (ICC) pada 21–27 September 2026 lalu. Mengusung tema “Tala-Talu: Listening, Remapping, Extending”, PKIna 2026 mempertemukan komponis, musisi, performer, akademisi, komunitas, dan publik untuk melihat kembali berbagai kemungkinan dalam praktik penciptaan dan perkembangan musik Indonesia. Dalam proses ini, Lysandra berkolaborasi dengan Edythia Rio (Tubaba) dan Wildan (Bandung) pada Bende, sementara ia sendiri memainkan saksofon. Dalam prosesnya, karya ini juga dimentori oleh Komponis senior bernama Joko Porong (Surabaya) serta didampingi oleh Gempur Sentosa (Bandung), Wilson Leywantono (Medan), dan Aldy Maulana (Yogyakarta).