Andong, Korea Selatan — Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengirimkan tim delegasinya untuk berkompetisi dalam ajang World Mask Dance Competition 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026, sebagai bagian utama dari rangkaian Andong Maskdance Festival 2026 yang digelar sejak 24 September hingga 4 Oktober 2026 di Kota Andong, Korea Selatan.
Delegasi PSPSR UGM dengan nama tim PAVAS (Performing Arts and Visual Arts Studies) kali ini memboyong sembilan personel yang dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Dalam ajang ini, tim PSPSR tampil unjuk kebolehan dengan berkompetisi di dua kategori utama, yakni kategori grup dan kategori individu.
Andong Maskdance Festival sendiri merupakan salah satu perhelatan budaya internasional paling bergengsi di Korea Selatan yang pada tahun 2026 ini memasuki usianya yang ke-30. Festival legendaris yang diselenggarakan oleh Korea Spiritual Culture Foundation ini dipusatkan di beberapa titik strategis Kota Andong, antara lain Central Line 1942, Stasiun Andong, area Pusat Kota, serta Talchum Park.
Ajang tahunan ini secara konsisten menjadi magnet budaya dunia. Pada penyelenggaraan tahun 2024, festival ini sukses menarik lebih dari 1,5 juta pengunjung dengan menghadirkan 50 tim internasional dari 30 negara dan 180 tim domestik. Rekor partisipasi global tersebut berlanjut pada edisi 2025 yang melibatkan tim tari dari 26 negara di enam benua, mencakup 17 tim domestik dan 29 tim internasional. Keikutsertaan delegasi PSPSR UGM tahun ini tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pertukaran budaya yang bermakna di panggung dunia.
Selain menjadi ajang diplomasi budaya, partisipasi aktif institusi pendidikan tinggi ini juga membawa misi pembangunan berkelanjutan. Keikutsertaan Tim PAVAS dalam kompetisi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals berikut:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Wujud nyata pendidikan tinggi (akademisi/mahasiswa magister UGM) dalam mempromosikan keanekaragaman budaya.
- SDG 11 (Kota & Permukiman Berkelanjutan): Memperkuat perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia (seni tari topeng & pertunjukan) di kancah internasional.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mendorong kolaborasi global dan diplomasi kebudayaan antarnegara melalui festival internasional. (NA)
















