• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Berita
  • Forum Museum Internasional: “Heritagisation of Museum Collections” di Ullen Sentalu

Forum Museum Internasional: “Heritagisation of Museum Collections” di Ullen Sentalu

  • Berita
  • 11 Februari 2026, 12.02
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Sleman, 10 Februari 2026. Museum Ullen Sentalu bekerja sama dengan Museum Kedhaton Keraton Yogyakarta, The British Museum, dan PSPSR UGM menyelenggarakan International Museum Forum perdana dengan tema utama “Heritagisation of Museum Collections”. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB ini diselenggarakan secara bilingual dan menjadi wadah strategis bagi para ahli lintas negara untuk mendiskusikan masa depan pelestarian budaya.

​Tema Heritagisation yang diangkat bertujuan untuk ‘menghidupkan’ kembali artefak dan objek museum. Proses ini dilakukan tidak hanya melalui pameran statis, tetapi melalui riset mendalam, pemaknaan ulang, pertunjukan seni, hingga dokumentasi prosiding yang komprehensif.

​Acara dipandu oleh Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, S.Ant., M.Hum. selaku host, dengan menghadirkan enam panelis terkemuka yang membedah koleksi museum dari berbagai sudut pandang:

  • Daniel Haryono, M.Hum. (Museum Ullen Sentalu) bertindak sebagai moderator sekaligus memaparkan materi dari sudut pandang museologi.
  • GKR. Bendara, M.Sc. (Penghageng KHP Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat) memaparkan perspektif keraton dalam pelestarian budaya.
  • Dr. Alexandra Green (Curator British Museum, London) memberikan wawasan internasional mengenai akses dan pengelolaan koleksi Asia Tenggara di British Museum.
  • Dr. Sri Margana (FIB UGM) mengulas perbandingan naskah Serat Damarwulan.
  • ​Dr. Rudy Wiratama (FIB UGM) membedah koleksi wayang awal abad ke-19 milik British Museum.
  • Dr. G.R. Lono L. Simatupang (Sekolah Pascasarjana UGM) memberikan simpulan mengenai pentingnya sinergi antara museum dan universitas.

​Sesi tanya jawab (Q&A) diwarnai dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir secara luring. Beberapa peserta yang bertanya menyoroti pemberian makna pada benda-benda warisan budaya serta bahan baku pengganti kulit pada wayang. Sebagai penutup, Dr. Aleksandra Green menyampaikan pendapatnya mengenai pemaknaan sebuah objek, “Tidak ada kebenaran tunggal; objek yang sama dapat memiliki makna yang berbeda bagi orang yang berbeda pula. Lindungi, lestarikan, dan buka akses seluas-luasnya dengan menunjukkan semua narasi yang beragam.”

​Forum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memberikan akses pengetahuan sejarah yang mendalam bagi publik.
  • SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan): Memperkuat upaya perlindungan warisan budaya dunia.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Membangun kerja sama antara museum nasional, internasional, dan institusi pendidikan. (NA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: SDG 11: Sustainable Cities and Communities SDG 17: Partnerships for the Goals SDG 4: Quality Education

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Melampaui Ruang Kelas: Program Studi PSPSR UGM Dukung Progres Tesis Mahasiswa pada Collaborative Thesis Coaching Session
  • Akselerasi Penyelesaian Tesis: PSPSR UGM Fasilitasi Pendampingan Intensif bagi Mahasiswa
  • Melampaui Materialitas Teks: Habitus dan Strategi Pasca-Produksi di Studio Dedy Sufriadi
  • Membedah Politik Warisan Budaya: Kuliah Tamu Dr. Sadiah Boonstra di PSPSR UGM
  • Kuliah Tamu Bersama Dr. Sadiah Boonstra: Bedah Sejarah, Memori, dan Warisan Budaya
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY