Ponorogo, 27 Juni 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan sarasehan dengan judul “Sarasehan Kajian Ergonomi Dadak Merak pada Remaja dan Dewasa di Ponorogo”. Kegiatan berhasil terselenggara dengan baik bersama Sanggar Tari Kawulo Bantarangin di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur. Sarasehan diselenggarakan atas dasar program pengabdian sebagai wujud komitmen program studi terhadap Thridarma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
Sebuah pergelaran sendratasik bertajuk “Taru Atutur” digelar oleh Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dalam rangka Dies Natalis ke-35. Pergelaran tersebut digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Gedung Grha Sabha Pramana Lantai 1, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Dies Natalis ke-35 ini menjadi peristiwa penting dalam perjalanan PSPSR UGM. Program studi ini memiliki kontribusi yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan seni dan kebudayaan di Indonesia. Selama 35 tahun perjalanannya, PSPSR UGM telah melahirkan akademisi, seniman, peneliti, dan pemikir seni yang turut memberikan sumbangsih bagi perkembangan seni pertunjukan, seni rupa, serta kajian kebudayaan Nusantara.
Ketua Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) beserta pengelola akademik PSPSR mengikuti pelatihan Sistem OBA Simaster. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 08.30 – 12.00 WIB. Bentuk kegiatan diadakan luring di Ruang Auditorium Lantai 5, Gedung Unit 1, Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM.
Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr. Peserta pelatihan ialah seluruh jajaran ketua program studi serta pengelola akademik program studi magister dan doktoral di lingkungan SPs UGM.
Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) PSPSR mengikuti Workshop Pemantapan Perubahan Kurikulum yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara luar jaringan (luring) di Ruang Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM.
Workshop dipimpin oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., dan dilanjutkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengelola akademik serta para kepala program studi magister dan doktoral di lingkungan SPs UGM.
Desember, 2025 – Pada 13 Desember 2025, empat mahasiswa Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada, mengikuti konferensi INCARTURE: International Conference on Arts and Culture 2025 dengan penyelenggara pascasarjana ISBI Bandung yang dilaksanakan di Universitas Mandiri Bandung. Acara tersebut mengusung tema “Strengthening Creativity in Digital Era: Art, Education, and Culture” dan mengundang lima pembicara utama, yaitu Prof. Endang Caturwati, S.ST., MS. (Indonesia), Prof. Arsenio Nicolas (Thailand), Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. (Indonesia), Prof. Urip Sulistyo, Ph.D (Indonesia), dan Prof. Valentin Yakushik (Ukraina). Adapun keikutsertaan empat mahasiswa tersebut memaparkan hasil riset yang beragam, berkaitan dengan isu pelestarian tradisi hingga pemanfaatan teknologi di era digital.
Delfin Febriansyah, seorang mahasiswa PSPSR, meraih prestasi luar biasa dengan terpilih sebagai peserta dalam Lokakarya Skenografi Indo-Tekno 2025. Lokakarya intensif selama tiga hari ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 September 2025, di Arena Kreativitas dan Inovasi UGM, menampilkan tiga ahli skenografi terkemuka dari Universitas Melbourne: Matt Scott, Martyn Coutts, dan Anna Cordingley.
Lokakarya inovatif ini mengeksplorasi sintesis antara pencahayaan, media digital, proyeksi, set, dan kostum dalam menciptakan dunia skenografi yang memukau. Pendekatan terintegrasi ini berfungsi sebagai kunci untuk mengembangkan industri seni pertunjukan modern yang menggabungkan teknologi dengan estetika tradisional.