Praktik seni di Indonesia berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir. Isi kajian seni tidak lagi terbatas pada bidang seni saja, namun menjangkau bidang non-seni. Berbagai aspek dan perspektif non-artistik juga menjadi pertimbangan utama dalam praktik berkesenian. Kesadaran terhadap berbagai faktor, seperti: ekonomi, agama, teknologi, hukum, gender, pendidikan, politik, kesehatan, dan sebagainya, menjadi rangsangan kontekstual dalam sebuah karya (tekstual). Keterbukaan pandangan terhadap seni tidak hanya terlihat pada kondisi berubah dari aspek pendukung menjadi perspektif utama.
Hal ini tidak hanya terjadi dan berdampak pada komunitas seni saja, namun juga memberikan pengaruh besar pada civitas akademika. Kecenderungan atau trend perspektif akademis yang mewacanakan seni dari sudut pandang berbagai disiplin ilmu juga menjadi tren akademisi akhir-akhir ini. Dari sini tampak bahwa seni rupa, baik dalam bidang praktik maupun kajian, telah mengalami perkembangan yang signifikan dengan pertimbangan-pertimbangan non-artistik dalam menganalisis dan menciptakan karya seni.
“Arts and Beyond” akan membahas secara khusus tentang:
- Korelasi antara multidisiplin dan seni,
- Praktik seni yang tidak membatasi diri pada bidang seni belaka, namun juga menjangkau bidang non-seni,
- Tren/kecenderungan perspektif akademis yang mewacanakan seni dari sudut pandang berbagai disiplin ilmu,
- Keterbukaan pandangan terhadap seni yang tidak hanya mengacu pada praktik sebagai sudut pandang utama,
- Gesekan seni dengan perspektif lain dalam membahas seni.
Berangkat dari hal tersebut, kami mencoba menggali lanskap perspektif yang menjadi bahan perbincangan dalam berbagai praktik seni dan diskusi seni rupa. Arts and Beyond, merupakan tawaran kami untuk membahas permasalahan tekstual dan kontekstual yang terjadi dalam bidang praktik dan kajian.
Pada konferensi ini dilibatkan dua pembicara, sebagai berikut:
- Prof. Matthew Isaac Cohen
- Dr. Sal Murgiyanto, M.A.
Moderator: Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A
