Kolaborasa#2: Collaborative Efforts in the Utilization and Preservation of Kenteng Site

Kolaborasa#2 menggabungkan kata “kolaborasi” dan “rasa,” yang mencerminkan semangat kerja sama antara masyarakat dan dunia akademis, yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan masyarakat tanpa mengharapkan imbalan tertentu. Pengabdian masyarakat adalah salah satu misi utama lembaga pendidikan tinggi sebagai bagian dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Kapanewon Prambanan, khususnya di Dusun Kenteng, yang merupakan lokasi Situs Kenteng, sebuah warisan sejarah yang memiliki nilai budaya penting. Situs ini berfungsi sebagai saksi bisu sejarah dan simbol identitas serta kebanggaan bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, pelestarian dan pemanfaatan situs ini sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang dapat bersaing secara global.
Program Pelestarian Situs Kenteng bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejarah dan budaya pada generasi muda sekaligus memperkenalkan kearifan lokal yang tetap relevan dalam kehidupan modern. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan: masyarakat sebagai pewaris budaya, akademisi sebagai penyedia wawasan dan penelitian, serta pemerintah daerah sebagai fasilitator kegiatan.
Serangkaian kegiatan dirancang untuk mendukung upaya pelestarian Situs Kenteng, termasuk:
- Aksi Bersih-Bersih dan Doa Bersama – sebagai bentuk penghormatan terhadap situs dan warisan budaya.
- Diskusi Sejarah dan Forum Memori Kolektif – diskusi dengan para tetua desa, akademisi, dan pejabat setempat tentang sejarah dan signifikansi budaya situs tersebut.
- Lokakarya Menggunakan Media Seni – kegiatan pendidikan melalui melukis, menari, dan musik untuk meningkatkan kesadaran budaya di dalam masyarakat.
- Pertunjukan Seni – menampilkan karya-karya masyarakat sebagai puncak kegiatan untuk memperkuat nasionalisme dan menghidupkan kembali cerita rakyat lokal Dusun Kenteng.
Program ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus dan dari tanggal 16-18 Agustus 2024, di bawah pengawasan Direktur Program Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum., dan dipimpin oleh Laila Damayanti. Hasil dari program ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dokumentasi Situs Kenteng sebagai referensi akademis dan karya seni kolektif yang mewakili identitas budaya lokal. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia secara global, sejalan dengan semangat “Dari Lokal Menuju Global“.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, program ini dapat menjadi langkah konkret dalam melestarikan dan memanfaatkan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang berdaya saing global.





