• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Spesifikasi Program
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Kurikulum
      • ELOs
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Kurikulum
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Berita
  • Workshop Karawitan “Bhakti Kridha Pringgading” Perkuat Peran Lansia Melalui Pembelajaran Gamelan

Workshop Karawitan “Bhakti Kridha Pringgading” Perkuat Peran Lansia Melalui Pembelajaran Gamelan

  • Berita
  • 29 Desember 2025, 11.29
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan lokakarya Karawitan (gamelan Jawa) untuk lansia di Desa Pringgading, Bantul, pada tanggal 28–29 November 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari program keterlibatan masyarakat “Nusa Budaya: Narasi untuk Masyarakat Berbudaya”, sebuah inisiatif yang menempatkan praktik seni sebagai media untuk memperkuat hubungan sosial, mewariskan nilai-nilai budaya, dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya meneliti relevansi sosial dari kajian karawitan, tetapi juga mendampingi para lansia sebagai praktisi budaya yang aktif dan produktif.

Fokus utama lokakarya ini adalah pengenalan dan pembelajaran dua komposisi gamelan yang dibuat oleh tim karawitan, yaitu lancaran dan ladrang, keduanya secara khusus digubah untuk program ini. Lanaran, yang terinspirasi oleh lirik “Ngugemi kabudayane, sepuh anem pijer kenthenge”, dibangun menggunakan pola kendang yang kokoh dan sistem penyetelan Slendro Manyura. Komposisi ini selaras dengan tema penghormatan kepada para tetua, yang menandakan komitmen teguh komunitas untuk melestarikan nilai-nilai budaya. Interaksi yang cerah antara bonang dan saron memberikan kesempatan bagi peserta yang lebih tua untuk merasakan energi musik yang hangat sambil terlibat dengan ekspresi estetika yang terkait erat dengan ingatan budaya mereka.

Komposisi kedua, Ladrang Bhakti Kridha, dikembangkan dengan struktur musik yang lebih luas untuk menggambarkan keindahan daerah Pringgading dan harmoni kehidupan sosialnya. Mengambil inspirasi dari lirik “Wewengkoning katon endah, tentrem makmur bagya mulya reja”, karya ini membangkitkan suasana lembut melalui penggunaan gender dan gambang yang lebih luas. Pada bagian “setya tuhu mring kawasa, kabudayane den rembaka”, struktur kendang menjadi lebih tegas, melambangkan ketahanan masyarakat dalam mempertahankan tradisi budaya. Penyertaan rebab semakin memperkuat kesan kehalusan dan kepekaan batin. Puncak komposisi muncul pada “bhakti kridha pringgadhing ku, tansah nyengkuyung laku rahayu…”, di mana ritme yang semakin dinamis dan siklus gong-kempul yang stabil mewakili pergerakan maju kolektif masyarakat desa.

Di luar dimensi teknis musiknya, lokakarya ini berfungsi sebagai ruang pertemuan antar generasi antara siswa dan lansia. Pendekatan ini mendorong proses pembelajaran timbal balik: siswa memperoleh wawasan tentang bagaimana musik tradisional berperan dalam kehidupan sehari-hari anggota komunitas lansia, sementara peserta lansia diberikan ruang ekspresif yang mendukung kesejahteraan mental, keterhubungan sosial, dan kepercayaan diri. Model pembelajaran seperti ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan, yang mencakup pendidikan inklusif, kesejahteraan lansia, dan pelestarian budaya sebagai fondasi ketahanan sosial dalam konteks pedesaan. Selain itu, program ini membuka diskusi baru tentang peran seni tradisional dalam menciptakan lingkungan hidup yang sehat, produktif, dan bermakna di tingkat komunitas.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi apresiasi di mana para peserta menampilkan dua komposisi gamelan yang telah mereka pelajari. Pertunjukan ini menandai bahwa proses pembelajaran melampaui sekadar transfer pengetahuan musik, mewakili upaya kolektif untuk melestarikan memori budaya sekaligus memperkuat posisi orang dewasa yang lebih tua sebagai penjaga nilai-nilai dan panutan dalam komunitas. Tim penyelenggara juga menguraikan rencana tindak lanjut, termasuk pendampingan rutin dan pengembangan modul pembelajaran yang disederhanakan untuk memungkinkan peserta melanjutkan praktik karawitan secara mandiri.

Melalui lokakarya ini, kolaborasi antara siswa dan komunitas Pringgading menunjukkan bahwa seni bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media penting yang memungkinkan komunitas untuk tumbuh, terhubung, dan memperkuat identitas mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kontribusi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):

  • SDG 4: Quality Education – Lokakarya ini mempromosikan pembelajaran inklusif dan sepanjang hayat dengan melibatkan lansia sebagai pembelajar aktif dan pemegang pengetahuan budaya dalam kerangka pendidikan berbasis komunitas.
  • SDG 3: Good Health and Well-being – Program ini mendukung kesejahteraan mental dan sosial lansia dengan menyediakan kegiatan seni yang meningkatkan interaksi sosial, ekspresi emosional, dan harga diri. (Asriuni)

 

Tags: SDG 3: good health and well-being SDG 4: Quality Education

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Perkuat Sinergi Akademik, Ketua Program Studi Baru PSPSR Gelar Pertemuan Bersama Mahasiswa Program Doktor
  • Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026: Sekolah Pascasarjana UGM Gelar Pelepasan Wisuda Penuh Hangat
  • Serah Terima Jabatan Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sekolah Pascasarjana UGM
  • Menguraikan Gerakan dan Diplomasi Budaya: Lokakarya Tari Piring di Sanggar Savina
  • Workshop Batik “Pringgading Kawedar” Jalin Kolaborasi Mahasiswa Pascasarjana Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Universitas Gadjah Mada dengan Kelompok Wanita PKK Desa Pringgading
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY