Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan forum diseminasi bertema Gelar Jejak #1: Seni dan Teknologi. Forum ini berfungsi sebagai platform bagi mahasiswa dan alumni untuk berbagi hasil penelitian tesis mereka, serta ruang reflektif dan dialogis yang menjembatani wacana akademik dengan keterlibatan publik melalui media seni.
Forum ini menampilkan dua pembicara: Akhmad Mu’izzanur Sastrabayu, S.Pd., M.A., dan Erick Antonio Karo Sekali, S.Sn., M.A., yang mempresentasikan topik tentang pelestarian alat musik tradisional melalui teknologi dan pendidikan antar generasi.
Dalam presentasinya, Akhmad Mu’izzanur membahas penelitiannya yang berjudul “Seni dan Teknologi: Melestarikan Alat Musik Tradisional dan Merefleksikan Masa Depan“. Ia mengembangkan instrumen digital berbasis Virtual Studio Technology Instrument (VSTi) untuk mendokumentasikan dan melestarikan suara panting, sebuah alat musik tradisional. Melalui proses perekaman dan pemetaan teknik bermain ke dalam perangkat lunak Native Instruments Kontakt, karya ini menawarkan solusi inovatif untuk pelestarian digital musik tradisional, sehingga dapat diakses untuk pembelajaran kontemporer.
Sementara itu, Erick Antonio Karo Sekali mempresentasikan penelitiannya berjudul “(Re)konstruksi dan Produksi Alat Musik Murbab sebagai Alat Pendidikan untuk Generasi Muda“. Studi ini merekonstruksi bentuk fisik murbab, alat musik gesek dari budaya Karo yang kini telah punah. Dengan menggabungkan pendekatan etnomusikologi dengan teknologi pemodelan 3D, murbab berhasil direkonstruksi berdasarkan data historis dan praktik budaya lokal. Musisi profesional juga menguji instrumen yang direkonstruksi tersebut untuk kualitas akustik dan pendengaran.
Acara ini tidak hanya memamerkan hasil penelitian tetapi juga mendorong partisipasi publik dalam pelestarian budaya melalui pendidikan dan teknologi. Gelar Jejak #1 secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 4 – Quality Education, dengan menyediakan akses inklusif terhadap pembelajaran yang terintegrasi secara budaya dan teknologi; dan
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities, melalui pelestarian warisan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Forum ini diselenggarakan secara daring pada hari Rabu, 16 Juli 2025, dan dihadiri oleh sekitar 40 peserta, termasuk mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi seni, dan masyarakat umum. Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa seni dan teknologi tetap menjadi ruang vital untuk mendorong dialog antar generasi dalam kerangka pelestarian dan inovasi budaya. (AHP)

