Nusa Budaya: Pengembangan Berkelanjutan Desa Pringgading Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi PSPSR UGM
Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM), yang merupakan salah satu misi Tri Dharma, bertajuk “Nusa Budaya: Narasi untuk Masyarakat Berbudaya” pada 28–30 November 2025 di Pringgading, Bantul dan Sanggar Savina. Sebagai perwujudan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas kreatif masyarakat serta menjembatani praktik akademik dengan dinamika sosial lokal melalui seni sebagai media pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan Ketua Program Studi, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum., dengan Febri Anugrah sebagai ketua pelaksana.
Program pengabdian ini mencakup tiga kegiatan utama, yaitu lokakarya batik, karawitan, dan tari piring. Dalam lokakarya batik, tim PSPSR berkolaborasi dengan kelompok perempuan PKK Desa Pringgading untuk menciptakan motif khas bernama “Pringgading Kawedar” yang terinspirasi dari identitas geografis dan lanskap lokal dusun tersebut, seperti bambu (pring), inti wajik, sulur dedaunan, daun jati, serta meru (gunung). Sementara itu, lokakarya karawitan melibatkan lansia melalui pembelajaran dua komposisi gamelan baru, yaitu Lancaran Ngudi Lestari dan Ladrang Bakti Krida, yang digubah khusus sebagai arsip budaya Desa Pringgading. Selain itu, diselenggarakan pula Lokakarya Tari Piring di Sanggar Savina yang melibatkan 18 peserta anak perempuan untuk memperluas literasi budaya di luar tradisi Jawa. Lokakarya ini menerapkan pedagogi seni yang adaptif, seperti penggunaan piring plastik sebagai mitigasi risiko serta penyederhanaan koreografi tanpa menghilangkan esensi tradisi Minangkabau.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan sesi apresiasi dan dokumentasi yang menunjukkan keberhasilan masyarakat dalam menyerap keterampilan baru. Kegiatan ini menegaskan bahwa keberagaman budaya Nusantara mampu beradaptasi dan berkembang secara kontekstual di dalam lanskap sosial-budaya Bantul. Secara keseluruhan, program ini terlaksana dengan sukses dan mendapatkan partisipasi yang antusias dari masyarakat setempat.
Kontribusi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 4 (Quality Education) melalui model pembelajaran inklusif, sepanjang hayat, dan berbasis budaya;
- SDG 5 (Gender Equality) dengan memberdayakan perempuan dalam ekonomi kreatif dengan memperkuat kapasitas anggota PKK sebagai produsen budaya aktif dan agen ekonomi di dalam desa;
- SDG 3 (Good Health and Well-being) mendukung kesejahteraan mental dan sosial lansia dengan menyediakan kegiatan seni yang meningkatkan interaksi sosial, ekspresi emosional, dan harga diri;
- SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya sebagai fondasi ketahanan masyarakat desa.










