• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Spesifikasi Program
      • Kurikulum
      • CPL
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
      • Jadwal Ujian Magister
      • Jadwal Ujian Doktoral
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
      • Data Mahasiswa Magister
      • Data Mahasiswa Doktoral
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Seminar In
  • Seni dan Multi-Medialitas

Seni dan Multi-Medialitas

  • Seminar In
  • 11 Oktober 2017, 13.18
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Seni menunjukkan kompleksitas realitas dengan menghadirkan peluang untuk menembus batas-batas ‘kebiasaan umum’. Seni adalah karya kreatif di mana yang ‘mustahil’ menjadi ‘mungkin’, yang ‘tersembunyi’ menjadi ‘terlihat’, yang ‘buruk’ menjadi ‘baik’, yang ‘tidak mungkin’ menjadi ‘mungkin’, dan seterusnya. Namun, seni tidak pernah hanya mengikuti interpretasi atau akal sehat tentang realitas, tetapi menciptakan interpretasi alternatif tentang realitas.

Dalam seni, kreativitas adalah hal utama dan tidak dapat diabaikan. Namun demikian, seni bukan hanya tentang ide, tetapi selalu membutuhkan bentuk — baik visual, auditori, atau keduanya — agar dapat hadir dan dialami oleh manusia. Dalam hal ini, ide dan bentuk adalah dua dimensi yang tidak pernah terpisah dalam seni, dan tidak selalu kompatibel.

Dalam beberapa dekade terakhir, perwujudan seni tidak hanya dalam satu medium, tetapi dalam bentuk lain yang cenderung multi-media. Namun, dalam hal ini, media dapat diartikan sebagai substansi yang menghubungkan dua pihak atau lebih (Meyer, 2008; Damono, 2012). Fungsi media adalah untuk menengahi, menjadi perantara, jembatan untuk interaksi kedua belah pihak. Fungsi mediasi ini dilakukan oleh berbagai substansi (huruf, gambar, kata, gerakan, warna, dll.).

Penggunaan lebih dari satu media, atau perpindahan dari satu media ke media lain, menunjukkan bahwa setiap media sebenarnya memiliki kemampuan dan keterbatasan dalam menjalankan peran mediasi. Akibatnya, ketika seni menggunakan lebih dari satu media ekspresif, atau ketika berpindah dari satu media ekspresif ke media lain, maka tercipta ruang baru untuk kreativitas artistik. Begitu pula seterusnya.

Dalam hal ini, multi-medialitas bukan tentang mengubah bentuk, tetapi memahami cara kerja kreativitas yang berasal dari kreativitas sebelumnya, baik itu reinterpretasi, penambahan, atau pengurangan. Multi-medialitas adalah subjek yang “berisiko”, karena kerja kreativitas memiliki beban yang cukup besar pada kreativitas sebelumnya, tetapi di sisi lain ia menciptakan daya tarik karena menghasilkan interpretasi baru yang disesuaikan dengan konteks.

Lebih jauh lagi, kreativitas dan tafsir akan menyediakan ruang untuk pemahaman atau makna karya seni yang dapat ditingkatkan, distabilkan, atau dikurangi. Dengan praktik multi-medialitas, makna seni terus berkembang sesuai dengan semangat zaman. Berangkat dari tarik-menarik ini, kami percaya bahwa diskusi tentang media seni terus berkembang, bahkan kami mencatat beberapa hal yang cukup penting dalam multi-medialitas, yaitu: perubahan media, kreativitas, makna, dan konteks.

Dalam mewujudkan logika ini, kami mengundang para pembicara, sebagai berikut::

Seminar Sesi Pertama

  1. Sapardi Djoko Damono
  2. Sardono W. Kusumo
  3. Setiawan Sabana

Moderator: G.R. Lono Lastoro Simatupang

Seminar Sesi Kedua

  1. Jompet Kuswidananto
  2. Titarubi
  3. Gea OF Parikesit

Moderator: Alipahadi Sills

Atas dasar ini, kami ingin membahas lebih dalam tentang seni dan multi-medialitas. Bagi kami, membahas medium dalam seni merupakan diskusi yang menarik, terutama dalam contoh karya yang merujuk pada praktik seni yang berbasis multi-medialitas.

Tags: Seminar

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Partisipasi Mahasiswa Magister PSPSR dalam Pameran Internasional “The Resonance of Botanical Art: Japanese and Indonesian Botanical Artists” di Jepang
  • Kisah dari Lemah Dadi : Observasi Lapangan & Tinjauan Kuratorial dari Program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan Dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
  • Ketua Program Studi Magister dan Doktor PSPSR serta Pengelola Akademik PSPSR Mengikuti Pelatihan Sistem OBA Simaster
  • Dharma Ning Nusantara: Dialog Reflektif Kajian Seni dan Agama bersama I Made Andi Arsana serta Buka Bersama di PSPSR UGM
  • Kajian Seni dan Agama: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY