Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, UGM menyambut baik terbitnya Kritik Seni Pertunjukan dan Pengalaman Indah Edisi Baru ini Buku yang ditulis oleh Sal Murgiyanto – seorang praktisi seni pertunjukan sekaligus akademisi yang telah melintasi kancah seni pertunjukan dan pendidikan – memuat sejumlah kritik terhadap seni pertunjukan, khususnya tari. Dalam buku ini, kepiawaian Sal mengobarkan pengalaman batin ketika mengalami seni pertunjukan – baik sebagai penonton maupun sebagai aktor, menghubungkannya dengan tumpukan pengalaman seni pertunjukan lainnya, menyusunnya kembali menjadi rangkaian pemikiran, mendialogkannya. tentang wacana akademis, dan menuangkannya ke dalam tulisan saleh. Berkat proses diskusi yang melibatkan aktivitas fisik dan mental yang begitu intens, perasaan yang berkecamuk selama pertunjukan tidak lagi terbungkus dalam pengalaman pribadi, juga tidak menguap dalam perbincangan selepas pertunjukan. Melalui penulisan kritis ini, proses berpikir dan merasakan mengambil wujud baru berupa tulisan reflektif yang siap menjumpai pembacanya.
Buku ini tidak hanya berguna bagi para akademisi seni pertunjukan, namun juga bagi para praktisi seni pertunjukan dan mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan pertunjukan. Bagi akademisi seni pertunjukan, buku ini memberikan contoh penerapan berbagai perspektif penting dalam kajian seni pertunjukan ke dalam wacana seni pertunjukan. Berbagai jejak wacana kajian pertunjukan, kajian tari, perwujudan, estetika, dan fenomenologi eksistensial dapat dengan mudah dikenali di sana-sini. Namun buku ini bukanlah sebuah kontemplasi teoritis untuk mengkritisi wacana akademis dalam bidang kajian seni pertunjukan. Buku ini bukanlah kritik teoretis terhadap seni pertunjukan, melainkan kritik terhadap seni pertunjukan. Alih-alih menyajikan penalaran pada tataran abstrak, buku ini bertumpu pada uraian cermat dan cerdas sejumlah peristiwa pertunjukan. Beberapa tulisan Sal dalam buku ini bisa dikatakan bercirikan etnografi kritis. Konten etnografi ini kami nilai bermanfaat bagi para praktisi seni pertunjukan dan penyelenggara acara yang kurang tertarik pada dimensi konseptual/teoritis. Di sini keakuratan uraian peristiwa pertunjukan sangat didukung oleh keakraban Pak Sal dengan dunia seni pertunjukan. Uraian pertunjukan tersebut dapat ditempatkan sebagai “sparring partner” bagi praktisi seni pertunjukan dan penyelenggara. Melaluinya, para praktisi dan penyelenggara seni pertunjukan dapat memanfaatkan beberapa pertimbangan estetika, seperti peran dramaturgi dalam seni pertunjukan.
Memang benar, peran kritik adalah untuk mendamaikan wacana akademis dengan ranah praktik, baik untuk tujuan mengembangkan pengetahuan maupun untuk menciptakan praktik-praktik baru. Buku ini berhasil menunjukkan hal tersebut. Dalam arah kritik seni seperti itu, kami memandang buku ini terlalu berharga untuk tidak diterbitkan ulang. Semoga dengan terbitnya Kritik Seni Pertunjukan dan Pengalaman Keindahan Edisi Baru ini dapat bermanfaat bagi upaya penguatan program studi seni pertunjukan di Indonesia.
Buku ini dibahas oleh:
- G.R. Lono Lastoro Simatupang
- Kris Budiman
- Sal Murgiyanto (Responders)
Moderator: Dede Pramayoza
