• Universitas Gadjah Mada
  • Sekolah Pascasarjana
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Spesifikasi Program
    • Akreditasi dan Sertifikasi
    • Pengelola
    • Dosen
    • Pengelola Layanan Akademik
    • Hubungi Kami
  • Akademik
    • Magister
      • Filosofi
      • Kurikulum
      • CPL
      • Profil Mata Kuliah
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • Doktor
      • Kurikulum
      • Pendaftaran
      • Akreditasi
    • PORTAL DOKUMEN PSPSR
    • Jadwal Ujian
    • Materi
  • Mahasiswa
    • Proses Seleksi
    • Capaian Mahasiswa
      • Kegiatan Mahasiswa
      • Publikasi Jurnal
    • Data Mahasiswa
    • Fasilitas
      • Ruang Perkuliahan
      • Laboratorium Gamelan/Seni
      • Perpustakaan
      • Student Lounge
      • Administrasi
      • Unit Penerbitan
      • Kantin
      • Unit Kesehatan
      • Tempat Parkir
  • Kegiatan
    • Pengabdian
      • 2015
      • 2016
      • 2017
      • 2018
      • 2019
      • 2020
      • 2021
      • 2022
      • 2023
      • 2024
      • 2025
    • Seminar
    • Forum Diskusi
    • Gladhi Nalar
    • Dies Natalis PSPSR
      • Dies Natalis 25 PSPSR
      • Dies Natalis 30 PSPSR
    • Open House Virtual
    • Publikasi Buku
    • Jurnal Kajian Seni
  • Alumni
    • Alumni
    • KAGAMA
    • ASPIRASI
    • Legalisasi
    • Translasi Ijazah
  • Beranda
  • Profil Mata Kuliah

Profil Mata Kuliah

  • 9 Januari 2026, 12.44
  • Oleh: pspsr.pasca
  • 0

Mata Kuliah di PSPSR Kurikulum 2021

Antropologi & Sosiologi Seni (3 sks/wajib)

Antropologi umumnya mempelajari seni dan budaya lokal dengan cara yang spesifik/unik, sementara sosiologi menekankan karakteristik umum dari gejala, proses, interaksi, struktur, organisasi, dan perubahan sosial dalam masyarakat perkotaan. Seiring dengan dinamika global, struktur kekuasaan, transnasionalisme, dan digitalisasi yang semakin masif, pembentukan pengetahuan juga menjadi lebih dinamis dan komplementer, sehingga objek material dan formal, dari sisi teoretis dan metodologis kedua disiplin ilmu ini, semakin mendekat, tidak terkecuali dalam studi seni.

 

Arkeologi dan Sejarah Seni (2 sks/wajib)

Mata kuliah ini membahas fenomena eksistensi seni pertunjukan dan seni rupa masa lalu berdasarkan sumber data arkeologi dari berbagai periode di Indonesia, yaitu periode prasejarah, periode budaya Hindu-Buddha, periode Islam, dan periode kolonial di Indonesia. Data arkeologi dan sejarah yang dapat digunakan sebagai sumber pembahasan adalah data verbal, berupa berbagai prasasti kuno dan buku-buku kuno, serta data bergambar, berupa lukisan atau relief yang ditemukan pada sisa-sisa gua prasejarah, bangunan candi, bangunan masjid, dan manuskrip sastra.

 

Epistemologi Pengkajian Seni (3 sks/wajib)

Posisi pengkajian seni (Seni Pertunjukan & Seni Rupa) dalam ranah pengetahuan belum mencapai tingkat ilmu sosial dan humaniora; bahkan ‘seni’ terkadang dibedakan dan dikontraskan dengan sains (ilmu pengetahuan). Di sisi lain, sejak akhir abad ke-20, perkembangan ilmu pengetahuan ditandai dengan kaburnya batasan antara disiplin ilmu, antara teori dan praktik. Kaburnya batasan juga terjadi dalam ranah praktik artistik. Dalam situasi seperti itu, perlu untuk memetakan dan mengenali karakter ilmiah pengkajian seni untuk mengembangkan hubungan timbal balik antara studi seni dan disiplin ilmu lainnya.

 

Manajemen Lembaga Seni dan Event (2 sks/wajib)

Lembaga dan event untuk seni pertunjukan dan seni rupa memiliki karakter yang dinamis. Pelaksanaannya membutuhkan manajemen yang selaras dengan tujuan lembaga seni dan event yang diselenggarakan, individu-individu yang terkait dan terlibat di dalamnya, serta infrastruktur yang mendukung keberadaan dan keberlanjutan lembaga seni dan event tersebut.

 

Teori Pergelaran (3 sks/wajib)

Sejak paruh kedua abad ke-20, wacana akademis tentang seni telah mengalami pergeseran paradigma menuju seni pertunjukan. Fokus kajian seni bergeser dari mengidentifikasi bentuk dan makna yang terkandung dalam seni ke analisis bagaimana pertunjukan seni memengaruhi publik. Pergeseran ini akhirnya melahirkan studi pertunjukan, yang mencakup berbagai genre seni, bersifat multi/interdisipliner, dan menuntut penerapan strategi metodologis yang berbeda. Meskipun studi pertunjukan awalnya berkembang di ranah seni pertunjukan, dalam perkembangannya, perspektif pertunjukan telah diterapkan secara luas ke ranah seni rupa dan bahkan ke ranah non-seni.

 

Seni dan Agama (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini akan mengkaji makna seni, agama, dan hubungannya. Konsep-konsep ini memiliki sejarah konstruksi yang saling memengaruhi, lebih lanjut mengartikulasikan eksistensi dan makna seni tentang agama dan/atau sebaliknya. Dalam konteks ini, kedua elemen tersebut saling memperkaya, bahkan jika digabungkan, tetapi di sisi lain, terkadang keduanya saling bertentangan. Berbagai hubungan juga akan dikaji untuk menemukan rasionalisasinya. Selain itu, kursus ini juga akan berinteraksi langsung dengan komunitas agama dan kepercayaan untuk melihat pengalaman dan apresiasi terhadap kedua elemen ini. Kursus ini bertujuan agar kelas ini tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah untuk memahami secara kritis masalah-masalah terkait (hubungan antara seni dan agama) tetapi juga sebagai diskusi dan solusi yang kontributif.

 

Seni dan Kebijakan (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa pada siklus budaya dan elemen-elemen yang dapat terlibat di dalamnya. Dalam siklus budaya, semua proses yang diperlukan dalam produksi dan penyebaran ekspresi budaya dijelaskan sejalan dengan penerimaan, penggunaan, dan pemahamannya. Dalam siklus tersebut, yang fase-fasenya saling terkait, banyak pemangku kepentingan (pencipta, produser, distributor, lembaga publik, organisasi profesional, dll) terlibat dan memiliki kebijakan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan kegiatan ekspresi budaya. Kursus ini berfokus pada kebijakan lembaga publik (kebijakan nasional) yang terkait dengan ekosistem budaya dan seni di tingkat lokal, nasional, dan global serta menyorotinya secara kritis dan komprehensif.

 

Seni dan Pariwisata (2 sks/pilihan)

Seni tidak dapat dipisahkan dari pariwisata. Sebagai bagian dari budaya, seni tidak akan terpisah dari mereka yang terlibat dalam pariwisata, baik wisatawan (tamu) maupun masyarakat lokal (tuan rumah). Wisatawan melakukan perjalanan untuk melihat dan merasakan/mengalami seni ‘lain’, dan masyarakat lokal menarik perhatian wisatawan dengan pameran seni mereka. Karya dan ekspresi artistik menjadi bagian dari daya tarik wisata, mulai dari musik, seni rupa, tari, dan pertunjukan hingga kuliner. For tourism, art brings: “style, culture, beauty, and a sense of continuity of living” (Zeppel & Hall, in Smith 2009: 121).

 

Seni dan Pendidikan (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini mengeksplorasi hakikat seni dan pendidikan secara filosofis, sosiologis, politis, budaya, ekonomi, dan teknologi. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan konsep ilmiah tentang seni dan pendidikan melalui metode diskusi, studi artikel, ulasan buku, dan studi pengalaman. Secara khusus, penekanan akan diberikan pada hubungan antara seni dan pendidikan yang kontekstual dan multikultural, termasuk pendidikan komunitas.

 

Seni, Kapitalisme, dan Aktivisme (2 sks/pilihan)

Seni bukan hanya ekspresi keindahan. Semua aspek kehidupan manusia, seperti ingatan masa lalu, agama, ekologi, pendidikan, ideologi, ekonomi, teknologi, kekuasaan, dan politik, terkait dengan ekspresi artistik. Di satu sisi, seni dapat menjadi sarana emansipasi (aktivisme). Di sisi lain, seni dapat menjadi alat hegemoni dan kekuasaan politik (kapitalisme) yang tersebar di berbagai media dan kategori. Mata kuliah ini mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dan sensitif dalam melihat potensi seni dan ekspresi politiknya di ranah lokal dan global.

 

Estetika dan Semiotika (2 sks/pilihan)

Seni hadir dalam materi yang dirasakan – bukan sekadar ide. Materi yang dirasakan mendekati publik dan mendorong kesan, interpretasi, dan reaksi terhadap pengalaman indrawi (aesthesis, Yun). Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang estetika sebagai pengalaman indrawi dari fenomena seni. Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang berbagai teori estetika dari klasik dan modern, di antaranya isu-isu keindahan, imitasi, ekspresi, empati, intuisi, komunikasi, dan lain-lain. Konsep estetika lokal dari Indonesia juga diamati sebagai dasar untuk studi pendekatan estetika.

 

Metode Penelitian Seni (3 sks/pilihan)

Kursus ini bertujuan untuk memahami mekanisme penelitian seni dan budaya secara umum. Penelitian merupakan tulang punggung disiplin ilmu, sehingga pengetahuan penelitian dapat diartikan sebagai upaya untuk memperoleh pemahaman baru dengan mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, dan menganalisis. Mata kuliah ini akan lebih menekankan pada pemahaman berbagai metode penelitian dan pengumpulan data. Juga dijelaskan perbedaan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, serta berbagai data yang dapat digunakan sebagai sumber penelitian, yaitu data lisan, data tertulis, data artefak, data bangunan bersejarah, data berupa rekaman, dan data yang dapat diakses melalui internet.

 

Teori Seni Rupa (3 sks/wajib)

Mata kuliah ini mengajak mahasiswa untuk menafsirkan dunia sebagai ranah visual. Tanpa kita sadari, lingkungan sekitar kita dikelilingi oleh hal-hal visual, seperti layar ponsel pintar di tangan kita, album foto dan televisi di ruang keluarga, papan reklame di jalanan, pajangan produk di toko, bioskop di pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Demikian pula, di dunia akademis, kita telah lama mengenal berbagai istilah yang merujuk pada dimensi visualitas, seperti ‘politik representasi’, ‘male gaze‘, ‘simulakra’, ‘masyarakat penonton (spectator society)’, dan sebagainya. Akan berlebihan jika dikatakan bahwa budaya visual luput dari perhatian studi media dan budaya yang berkembang pesat, mengingat para filsuf dan pemikir seperti Walter Benjamin, Roland Barthes, Jacques Lacan, dan Michel Foucault telah memperhatikan isu-isu visual.

 

Kajian Musik (2 sks/wajib minat)

Diskusi tentang musik tidak lagi terbatas pada tata bahasa musik atau musik intrinsik. Namun, diskusi tersebut telah mengakomodasi berbagai konsep dan pengetahuan dari berbagai wilayah budaya. Mata kuliah Kajian Musik terdiri dari tiga topik utama. Pertama, membahas fenomena aktual praktik dan penelitian akademis atau ilmiah dalam musikologi, etnomusikologi, dan karawitan. Kedua, memetakan peta ilmiah dalam studi musik, termasuk perspektif, teori, konsep, dan metode analisis. Ketiga, pelaksanaan penelitian pada objek tesis.

 

Kajian Seni Rupa, Desain, dan Seni Media (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini membahas perkembangan seni rupa, desain, dan seni media di Indonesia, yang tersebar secara komprehensif di seluruh negeri. Pembahasan mencakup perkembangan seni rupa sejak masuknya pengaruh Barat ke Indonesia, hingga munculnya gaya unik yang dikenal dalam seni lukis dengan istilah gaya Mooi Indie, arsitektur gaya India, hingga perkembangan seni rupa pada masa Orde Lama (1945-1965). Perkembangan seni desain yang memengaruhi berbagai produk seni rupa di Indonesia pada masa Orde Baru (1966-1998) mulai ditampilkan, munculnya konsensus tentang munculnya konsep pluralisme atau multikulturalisme dalam seni rupa, perkembangan terbaru yaitu hadirnya Era Reformasi, hingga beragamnya seni media dan perkembangannya. Lebih lanjut, mata kuliah ini membahas implementasi dan kontribusi seni rupa, desain, dan seni media dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan masyarakat lintas disiplin.

 

Kajian Tari (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini akan membahas perkembangan tari di Indonesia dengan berfokus pada hubungannya dengan tari di India dan Asia Tenggara, perkembangan tari di Barat dengan penekanan pada balet sejak tari ini mencapai bentuk standarnya di Prancis, serta sistem notasi tari yang diciptakan oleh Rudolf von Laban. Selain itu, perkembangan tari di Indonesia dan prospeknya dengan adanya industri pariwisata, produksi tari, manajemen tari, fungsi kritik tari, dan sejarah pendidikan tari di Indonesia juga akan dibahas.

 

Kajian Teater (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini membekali mahasiswa untuk menguasai perspektif dan pendekatan kritis yang dapat digunakan untuk mempelajari fenomena pertunjukan teater. Kuliah ini menawarkan perspektif interdisipliner tentang pertunjukan teater. Melalui kursus ini, mahasiswa diajak untuk menyoroti fenomena teater dari berbagai sudut pandang – tidak hanya membahas naskah dan bentuk pertunjukan teater sebagai teks, tetapi juga konteks pertunjukan tersebut.

 

Kritikus Seni Rupa, Desain, dan Seni Media (3 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini membahas teori-teori kritik seni yang secara khusus berfokus pada seni rupa, desain, dan seni media; bentuk dan jenis kritik; fungsi kritik; dan bagaimana mengkritik karya seni rupa, desain, dan seni media. Setelah menyelesaikan kursus ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penilaian sistematis dan bertanggung jawab atas karya seni rupa, desain, dan seni media. Pendekatan holistik adalah salah satu alternatif yang cukup baik untuk menyajikan diskusi objektif. Mengkritik pameran, museum, atau film sebagai latihan juga diperlukan.

 

Kritik Seni Pertunjukan (3 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini mempelajari kritik sebagai salah satu pilar pendukung seni pertunjukan dalam masyarakat modern. Topik diskusi meliputi makna kritik seni, fungsi kritik dalam ekosistem seni pertunjukan, langkah-langkah pengorganisasian kritik seni pertunjukan, dan elemen-elemen seni pertunjukan yang diteliti. Dalam kursus ini, peserta juga berlatih menyusun kritik seni pertunjukan. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan memahami pentingnya kritik seni pertunjukan bagi kehidupan seni pertunjukan dan mampu menyusun kritik seni pertunjukan.

 

Konservasi dan Pengembangan Seni Tradisi (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini menekankan pentingnya pengetahuan yang berkaitan dengan apresiasi seni tradisional, memperkenalkan berbagai bentuk dan konteks seni tradisional, berbagai model dan metode dalam konservasi dan pengembangan seni tradisional, serta tinjauan kritis terhadap ekosistem yang mendukung pelestarian dan pengembangan seni tradisional. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas peluang pengembangan teori atau penelitian dalam kerangka praktik konservasi seni tradisional dengan pendekatan multidisiplin.

 

Psikologi Seni (2 sks/pilihan)

Psikologi mempelajari perilaku secara objektif dalam kaitannya dengan lingkungan dan evaluasi alasan di balik perilaku tersebut. Psikologi menyelidiki proses mental menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. Seni adalah ekspresi esensi, nilai, dan prinsip melalui metode spesifik yang dipilih oleh seniman, di mana karyanya merupakan bentuk yang sangat bermakna secara emosional.

 

Seni dan Gender (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini mengkaji faktor-faktor sosial, budaya, dan politik yang memengaruhi posisi dan peran perempuan dan laki-laki dalam praktik seni dan budaya. Studi ini juga akan menunjukkan struktur sosial yang memengaruhi bagaimana kita mendefinisikan seni dan seniman. Nilai-nilai gender menjadi relevan dalam menciptakan dan mengapresiasi seni dan budaya. Oleh karena itu, pendekatan gender dapat menjadi alat untuk memahami seni dan makna yang terkait dengannya.

 

Seni, Inklusi, dan Disabilitas (2 sks/pilihan)

Dalam dekade terakhir, isu dan minat terhadap seni dan disabilitas telah berkembang. Seni dan disabilitas secara autentik menjadi media untuk menyampaikan pengalaman dan menawarkan wawasan baru tentang disabilitas. Secara khusus, seni dan disabilitas dipenuhi dengan unsur-unsur autobiografi yang menjadikannya unik dan berharga dalam menantang stereotip dominan tentang disabilitas. Seni dan disabilitas memiliki kekuatan untuk mempromosikan budaya disabilitas, mengklaim estetika disabilitas, dan diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas dan non-disabilitas untuk menghargai identitas inklusif mereka sendiri dan identitas satu sama lain. Kursus ini juga menyelidiki inklusivitas yang semakin banyak terjadi dalam seni pertunjukan dan seni rupa. Dalam praktik seni yang berkaitan dengan inklusi dan disabilitas, perlu juga untuk memperkenalkan dan mengartikulasikan perspektif estetika disabilitas.

 

Seni, Sains, dan Teknologi (2 sks/pilihan)

Ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang seiring dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan individu dan sosial mereka. Dalam praktik seni, tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran penting dalam penciptaan, produksi, penyebaran, transmisi, dan konsumsi. Kursus ini akan membahas dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta hubungan antara seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam proses siklus budaya: ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses penciptaan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses produksi karya seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses penyebaran karya seni; ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses transmisi karya seni; serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses konsumsi karya seni; termasuk pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam studi dan penelitian seni.

 

Mata Kuliah di PSPSR kurikulum 2018

Epistemologi Pengkajian Seni (3 sks/wajib)

Mata kuliah ini memfasilitasi mahasiswa untuk mengkritik perspektif teoretis yang umum diterapkan dan digunakan dalam studi seni. Mata kuliah ini juga membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi kesenjangan penjelasan dalam setiap perspektif teoretis. Kemudian, mahasiswa dapat mengarahkan penelitian mereka untuk mengisi kesenjangan teoretis tersebut. Dalam kursus ini, mahasiswa akan mengkritik asumsi ontologis dan epistemologis studi seni, serta memahami pentingnya pendekatan multi/interdisipliner untuk mengembangkan perspektif teoretis studi seni.

 

Teori Pergelaran (3 sks/wajib)

Mata kuliah ini memperkenalkan dan mengeksplorasi studi baru yang disebut studi pergelaran. Studi pergelaran adalah studi yang mengungkap momen performa, baik seni pertunjukan maupun seni rupa. Mata kuliah ini memperbarui studi seni teoretis dan praktis. Dalam kursus ini, mahasiswa akan memahami esensi seni, tidak hanya tentang bentuk tetapi juga tentang peristiwa, momen, dan makna seni itu sendiri. Kursus ini terdiri dari sejarah, keberadaan, dan perkembangan kajian pergelaran. Mata kuliah ini juga penting karena pendekatan multi/interdisipliner yang bermanfaat untuk penelitian baru.

 

Metode Penelitian Seni (3 sks/wajib)

Mata kuliah ini bertujuan untuk memahami mekanisme penelitian seni secara khusus, dan budaya secara umum. Penelitian adalah tulang punggung disiplin ilmu pengetahuan, sehingga pengetahuan tentang penelitian dapat diartikan sebagai upaya untuk memperoleh pemahaman baru dengan mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, dan menganalisis. Dalam kursus ini, perhatian lebih akan diberikan pada proses pemahaman berbagai metode penelitian dan pengumpulan data. Melalui metode tersebut, sebuah studi akan dirancang sebagai unit sistematis holistik sebagai hasil akhir. Dalam kursus ini, diskusi akan mencoba memahami berbagai metode dan observasi, baik empiris maupun literatur, khususnya dalam mengartikulasikan penelitian dan studi seni.

 

Arkeologi dan Sejarah Seni (2 sks/wajib)

Mata kuliah ini membahas fenomena seni pertunjukan dan seni rupa di masa lalu berdasarkan sumber data arkeologi dari berbagai periode di Indonesia, yaitu periode prasejarah, budaya Hindu-Buddha, periode Islam, dan periode kolonial di Indonesia. Data arkeologi yang digunakan sebagai sumber pembahasan adalah data verbal dalam berbagai prasasti kuno dan buku-buku kuno; data bergambar berupa gambar atau relief yang ditemukan pada relik gua prasejarah, bangunan candi, bangunan masjid, dan teks sastra. Dengan memperoleh gambaran umum tentang fenomena seni pertunjukan dan seni rupa di masa lalu, diharapkan mahasiswa akan mendapatkan gambaran tentang kesinambungan dan perubahan seni pertunjukan dan seni rupa di Indonesia dari waktu ke waktu. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas aspek-aspek metode dan teknik analitis yang digunakan untuk memahami sumber-sumber arkeologi.

 

Semiotika dan Kreativitas Seni (2 sks/wajib)

Makalah ini menyajikan teori tanda, yang mencakup sejarah singkat, tokoh-tokoh utama semiotika modern, definisi Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce, tipologi tanda, paradigma/sintaksis, sumbu dan analisis sintagmatik/paradigma, ranah studi semiotika (sintaksis, pragmatik, dan semantik), tingkat tanda Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos), artikulasi, modalitas, representasi, pengkodean/encoding/decoding, intertekstualitas, semiotika teks, semiotika visual, kekuatan dan kelemahan dalam studi semiotika. Mempelajari proses kreativitas artistik dan memperluas cakrawala tentang seni adalah sesuatu yang penting. Selain untuk lebih dekat dengan isu-isu seni, hal ini juga untuk menghilangkan pandangan negatif dan anggapan yang menganggap seni dan seniman kurang berharga, berantakan, kumuh, compang-camping, pengangguran, dan hidup sembarangan. Namun, seni adalah bagian alami dari kehidupan manusia, sama pentingnya dengan aspek kehidupan lainnya—sesuatu yang positif dan bermanfaat, bukan sesuatu yang negatif dan berbahaya.

 

Antropologi dan Sosiologi Seni (3 sks/wajib)

Mata kuliah ini akan membantu mahasiswa memahami pendekatan antropologi dan sosiologi ketika mereka mengamati seni. Antropologi seni memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar metode antropologi sebagai pilihan alternatif dalam melakukan kegiatan penelitian di bidang seni pertunjukan dan seni rupa. Antropologi akan mengumpulkan data dari lapangan. Sementara itu, sosiologi seni memberikan pemahaman tentang paradigma sosiologis dalam menganalisis seni baik sebagai produk estetika, sebagai objek studi, dan sebagai bahan untuk proses pengajaran dan pembelajaran. Pendekatan-pendekatan ini akan mengungkap dan mengkaji konteks objek seni.

 

Estetika (2 sks/wajib)

Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang konsep estetika dan hubungannya dengan seni; memberikan pemahaman tentang berbagai teori estetika klasik dan modern, termasuk isu-isu keindahan, imitasi, ekspresi, empati, intuisi, komunikasi, dan hal-hal terkait lainnya. Sebagai dasar studi pendekatan estetika, kami juga memperhatikan konsep estetika tradisional Indonesia. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan dan menganalisis studi seni dengan konsep dasar seni dan estetika.

 

Penulisan Ilmiah (2 sks/wajib) 

Mata kuliah ini bertujuan untuk memungkinkan mahasiswa memahami penulisan makalah ilmiah secara komprehensif. Materi meliputi pengertian makalah ilmiah, pedoman penulisan makalah ilmiah, bahasa dan tanda baca, serta sistematika penulisan makalah ilmiah. Setelah menyelesaikan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat mempresentasikan makalah ilmiah dengan menggunakan teknik dan aturan penulisan makalah ilmiah.

 

Manajemen Seni (2 sks/wajib) 

Mata kuliah ini dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada komponen manajemen seni, baik manajemen seni pertunjukan maupun seni rupa. Manajemen seni rupa berfokus pada pengembangan dan pemahaman fungsi dan tujuan manajemen seni dan manajemen industri kreatif. Mahasiswa harus memahami manajemen, kewirausahaan budaya, strategi pemosisian dan identitas merek, manajemen pemasaran, dan penggalangan dana untuk organisasi seni dan industri kreatif. Sementara itu, terkait manajemen pertunjukan seni, kursus ini memberikan pemahaman tentang fungsi dan manfaat manajemen terkait prinsip-prinsip manajemen seni pertunjukan, termasuk manajemen organisasi, manajemen keuangan, dan manajemen pertunjukan. Kuliah ini terdiri dari paparan dosen, diskusi, kunjungan galeri, menonton pertunjukan, dan presentasi mahasiswa.

 

Seni dan Agama (2 sks/pilihan)

Kursus ini akan mengkaji makna antara seni, agama, dan hubungannya. Konsep-konsep ini memiliki sejarah konstruksi yang saling memengaruhi. Lebih lanjut, kursus ini mengartikulasikan bagaimana eksistensi dan makna seni dalam kaitannya dengan agama, dan/atau sebaliknya. Dalam konteks ini, kedua elemen tersebut saling memperkaya, bahkan jika keduanya bersatu; tetapi di sisi lain, terkadang keduanya saling bertentangan. Berbagai hubungan tersebut juga akan dikaji untuk menemukan rasionalisasinya. Selain itu, kursus ini akan berinteraksi langsung dengan komunitas—baik komunitas keagamaan maupun komunitas kepercayaan—untuk mengamati bagaimana pengalaman dan kehidupan dalam kedua elemen tersebut. Tujuan kursus ini adalah agar kelas ini tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah untuk memahami secara kritis masalah-masalah terkait (hubungan antara seni dan agama) tetapi juga sebagai diskusi yang kontributif dan memberikan solusi.

 

Seni dan Kebijakan (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini mengungkap hubungan antara seni dan kebijakan. Dalam kuliah ini, dosen akan mengkaji regulasi kebijakan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan keberadaan seni. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan diperlihatkan sudut pandang pemerintah atau masyarakat ketika membahas regulasi. Mata kuliah ini juga membahas bagaimana kebijakan memengaruhi dan berdampak pada seni. Dalam mata kuliah ini, dosen juga akan mengungkapkan kebijakan-kebijakan tertentu dan menghubungkannya dengan seni dan konteksnya. Sesuai tujuan ini, mahasiswa akan memahami kebijakan yang berkaitan dengan seni. Mata kuliah ini akan mendorong kepekaan mahasiswa terhadap kebijakan yang berkaitan dengan seni. Kemudian mahasiswa akan mampu mengkaji, mempertanyakan, dan mengkritik regulasi di masa mendatang.

 

Psikologi Seni (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini membahas citra seni yang menggambarkan perilaku dan psikologi manusia, meninjau hakikat seni dan karya seni dari dan untuk psikologi. Beberapa teori psikologi dapat digunakan untuk melihat sebuah karya seni. Dengan memperoleh uraian ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis suatu fenomena yang dilihat dari perspektif psikologis.

 

Seni dan Pendidikan (2 sks/pilihan)

Seni dan pendidikan seringkali merupakan dua hal yang terpisah dan memiliki pilar masing-masing. Secara bersamaan, perkembangan teori seni juga dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang dan sebaliknya. Pendidikan seni berbasis kontekstual atau multikultural. Seni tidak hanya harus dikenal tetapi juga dialami secara otentik dan alami. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa dapat menerapkan pendekatan kontekstual terhadap pendidikan seni di lingkungan formal dan informal serta menyinergikan seni dan pendidikan di era globalisasi saat ini.

 

Seni dan Tradisi (2 sks/pilihan)

Mata kuliah Seni dan Tradisi membahas pengetahuan dan praktik mengenai apresiasi seni dan budaya, pelatihan untuk mengungkapkan pemikiran secara ilmiah baik lisan maupun tulisan, melalui proses analisis dan evaluasi cerdas terhadap berbagai fenomena artistik dan budaya yang telah diapresiasi dan diungkapkan serta dapat menafsirkan nilai-nilai yang terkandung dalam seni dan budaya.

 

Seni dan Gender (2 sks/pilihan)

“Seni dan Gender” mata kuliah ini mengungkap pengetahuan tentang identitas gender yang tercermin dan/atau diperkuat melalui seni, baik dalam proses produksi maupun interpretasinya. Kursus ini juga mengungkap hubungan antara gender dan seni, karena seni digunakan sebagai media untuk mendorong perubahan sosial, terutama mengenai posisi perempuan dan laki-laki dalam konteks tertentu. Proses pembelajaran di kelas berupa kuliah dan diskusi tentang topik kuliah.

 

Seni dan Kebijakan (2 sks/pilihan)

Mata kuliah ini mengartikulasikan bahwa seni bukan hanya ekspresi keindahan. Semua aspek kehidupan manusia seperti kenangan masa lalu, agama, ekologi, pendidikan, ideologi, ekonomi, teknologi, kekuasaan, dan politik terhubung dengan ekspresi artistik. Di satu sisi, seni dapat menjadi jalan menuju emansipasi, tetapi di sisi lain, seni menjadi alat hegemoni dan kekuasaan politik yang tersebar di berbagai media dan kategori. Dalam kursus ini, mahasiswa diajak untuk lebih kritis dan sensitif dalam melihat potensi dan ekspresi seni, baik lokal maupun global.

 

Seni dan Pariwisata (2 sks/pilihan)

Mata kuliah  ini membahas perkembangan seni dan pariwisata. Seni pertunjukan yang memiliki peran dan kontribusi dalam dunia pariwisata. Materi yang diberikan adalah tentang seni pertunjukan dalam pengembangan pariwisata, memahami seni pertunjukan dalam kaitannya dengan pariwisata, dan mengelola sektor industri pariwisata melalui seni pertunjukan.

 

Kajian Tari (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini membahas perkembangan tari di Indonesia dengan penekanan pada hubungannya dengan tari di India dan Asia Tenggara. Lebih lanjut, kursus ini menguraikan tiga fungsi utama tari, yaitu: sebagai sarana ritual, sebagai ekspresi atau hiburan pribadi, serta sebagai presentasi estetika. Topik kursus ini juga membahas tari Barat. Perkembangan tari di Barat, khususnya balet, mencapai bentuk standarnya di Prancis. Dampak dari pola tersebut, Rudolf von Laban menciptakan sistem notasi tari. Dosen akan menguraikan sistem notasi tersebut. Mata kuliah ini juga menguraikan perkembangan tari di Indonesia selama periode transisi dan prospeknya dengan kehadiran industri pariwisata, serta produksi tari, manajemen tari, fungsi kritik tari, dan sejarah pendidikan tari di Indonesia.

 

Kajian Musik (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang lintasan musik kepulauan yang tersebar di negara ini, baik dari segi struktur, sistem musik dan tangga nada, instrumentasi, dan fungsi. Mata kuliah ini membahas studi musik Nusantara yang mengartikulasikan berbagai teori, bentuk, struktur, sistem nada, ‘modus’ atau pathet dan hubungannya dengan nilai-nilai budaya masyarakat pendukungnya. Mata kuliah ini juga membahas kehadiran etnomusikologi di Indonesia yang merupakan penjelasan tentang situasi kehidupan musik tradisional di Indonesia yang berkaitan dengan transformasi budaya, terutama dengan adanya transisi budaya dari budaya agraris ke budaya industri. Lebih lanjut, kursus ini juga membahas kontak dengan budaya musik di luar Indonesia atau bahkan dengan pemilik musik lokal yang menampilkan karya kolaboratif. Di sisi lain, mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang musik tertua di Barat, yaitu Yunani dan Romawi, hingga perkembangannya di Abad Pertengahan. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang berbagai sistem musik Barat mengenai interval, sistem nada, sistem pitagoras, sistem murni, dan juga tentang harmoni. Diskusi ini juga membahas sejarah musik dari era Renaisans, Barok, dan Klasik; sejarah musik dari zaman Romantis dan Modern serta musik bangsa-bangsa dengan budaya ‘tinggi’ seperti Tiongkok, India, Arab, Indonesia, dll.; dan perkembangan musik modern di Indonesia.

 

Kajian Seni Rupa dan Desain (2 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini membahas perkembangan seni kerajinan di Indonesia, yang tersebar di seluruh negeri secara ringkas namun komprehensif, termasuk kerajinan kulit, kerajinan kayu, kerajinan logam, kerajinan logam mulia, keramik, tenun, dan batik. Pembahasan mengenai perkembangan seni sejak masuknya pengaruh Barat ke Indonesia, menyajikan gaya khas yang dikenal dalam lukisan sebagai gaya Mooi Indie, arsitektur gaya Indis, hingga perkembangan seni pada Era Orde Lama (1945-1965). Dimulai dengan menjelaskan perkembangan seni desain yang memengaruhi berbagai produk seni di Indonesia pada Era Orde Baru (1966-1998), munculnya kesepakatan tentang munculnya konsep pluralisme atau multikulturalisme dalam seni rupa, hingga perkembangan terbaru, yaitu munculnya Era Reformasi.

 

Kritik Seni Pertunjukan (3 sks/wajib minat)

Mata kuliah ini terdiri dari dua bagian, yaitu teori kritik dan kritik terapan. Teori kritik menguraikan teori dari pendekatan estetika dan pendekatan sosiologis/antropologis. Mahasiswa diajarkan berbagai teori kritik seni, bentuk-bentuk kritik seni, fungsi kritik seni, dan cara mengkritik pertunjukan secara objektif. Mata kuliah ini juga membahas perkembangan kritik seni di Indonesia. Setelah pelajaran teori, mahasiswa akan meninjau karya seni pertunjukan. Tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa mampu menerapkan teknik dan metode kritik seni yang objektif dan berpendidikan baik.

 

Kritik Seni Rupa (3 sks/wajib minat)

Materi perkuliahan ini membahas teori-teori kritik seni yang secara khusus berfokus pada seni dan desain, bentuk dan jenis kritik, fungsi kritik, dan cara mengkritik sebuah karya seni dan desain. Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa dapat mengembangkan penilaian yang sistematis dan akuntabel terhadap karya seni rupa dan desain. Pendekatan holistik adalah salah satu alternatif yang cukup baik untuk menyajikan diskusi objektif. Sebagai latihan, perlu dilakukan kritik terhadap sebuah pameran atau museum.

Rubrik Penilaian

Berita Terakhir

  • ​Program Studi Magister PSPSR Matangkan Kesiapan Akademik TA 2025/2026 melalui Rapat Koordinasi Daring
  • Konferensi Mahasiswa PSPSR UGM di CREAFTA 2026: Konferensi Internasional tentang Praktik Kreatif dalam Film, Teater, dan Animasi
  • Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 (Semester Ganjil)
  • “Through The Layers: Selamat Datang Mahasiswa Baru Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa”
  • Optimasi Bimbingan Disertasi: PSPSR Laksanakan Monitoring Kemajuan Studi Mahasiswa Program Doktor
Universitas Gadjah Mada

Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Gedung Unit 2 lantai 1 Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY