“THE POWER OF ART”: DIES NATALIS 25 TAHUN PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA, SEKOLAH PASCASARJANA, UNIVERSITAS GADJAH MADA

Telah 25 tahun prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada berdiri dan menghasilkan sekitar 500 lulusan, baik tingkat strata dua ataupun strata tiga, yang mengabdi pada pelbagai ranah seni, seperti: ranah pendidikan, kekaryaan, ataupun kajian. Dalam hal ini, baik disadari ataupun sebaliknya, prodi ini telah memberikan sumbangsih besar dalam ranah keilmuan dan praktik seni, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Bertolak dari hal tersebut, Prodi PSPSR akan menghelat serangkaian kegiatan dengan tema “The Power of Art” pada 17 – 29 Oktober 2016 di Gedung Pascasarjana, UGM dan Museum UGM, sebagai bentuk seleberasi yang didasarkan pada refleksi.

The Power of Art (daya seni), kami usung sebagai cara pandang dalam melihat kertertautan antar seni dengan pelbagai bidang lain. Seterusnya cara pandang ini akan memperlihatkan daya dan kapasitas dari seni ketika berelasi dengan bidang lain. Di mana tidak melulu bidang lain mempengaruhi seni, tetapi sebaliknya, di mana kesadaran bahwa seni mempunyai andil dalam mempengaruhi bidang lain. Dalam membumikan gagasan ini, maka pelbagai kegiatan akan dihelat dengan harapan dapat memberikan sumbangsih pengetahuan, pengalaman, dan keilmuan pada khalayak. Kegiatan tersebut terdiri dari pelbagai bidang ilmu, yakni pameran, diskusi, pemutaran film dan diskusi, seminar, serta festival. Seluruh kegiatan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dan alumni prodi PSPSR. 

Dibuka dengan pameran seni rupa dengan tajuk Empowering The Selves pada 17 hingga 29 Oktober 2016 di Museum UGM (Komplek Bulaksumur D6-7) yang menitikberatkan pada 25th (1991-2016) Seni Rupa Yogyakarta, baik tradisi, modern, maupun kontemporer. Melalui riset kurasi, karya-karya yang ditampilkan memiliki relasi antara teks dan konteksnya dengan beberapa kategori seperti seni dan politik; seni dan teknologi; seni dan agama; seni dan ekonomi; dan sebagainya. Di tempat yang sama, pada 20 Oktober 2016 turut diadakan diskusi bersama Dr. Timbul Raharjo, Dr. Irwandi, serta Agni Saraswati, M.A. Setelah itu, pada 25 Oktober 2016 dilanjutkan pemutaran dan diskusi film bertajuk In Search of Disclosure yang menampilkan tiga film, antara lain: Kitorang Basudara karya Nindi Raras, Prenjak karya Wregas Bhatuneja, dan Mencari Hilal karya Ismail Basbeth.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah seminar The Power of Art pada 28 Oktober 2016 di gedung Sekolah Pascasarjana UGM yang menghadirkan tiga pembicara dari pelbagai bidang, yakni Dr. Paul Rae dari University of Melbourne (teater dan film), Prof. Dr. Friedrich von Borries dari Hamburg University of Fine Art (seni rupa, desain, dan arsitektur), dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto dari UNPAR (filsafat). Harapannya seminar ini dapat menjadi ruang dialog yang terbuka, tidak hanya untuk sivitas akademika, namun juga sivitas artistika, dan masyarakat umum. Sedangkan festival akan dimulai pada tanggal 22 Oktober 2016 dengan tajuk Negotiation with-in Urban Culture yang mengundang band Jalan Pulang, Chakil Squad, Raminten Cabaret Show, band Kasino Brothers, TrumpetEZRA Quartet, O.M. Dekan Buayan, dan video mapping Raphael Donny. Dilanjutkan oleh penampilan Frau, Risky Summerbee and Honeythief, dan SambaSunda pada 28 Oktober 2016 yang dirangkum dengan tajuk Betwixt and Between. Sedangkan puncak festival akan ditutup pada 29 Oktober 2016, dengan tajuk Divergent of Embodiment yang menampilkan pertunjukan lintas bidang, yakni Tony Broer, Wendy HS (Teater Tambologi Padang Panjang), dan EkosDance Company. Seluruh kegiatan festival akan dihelat pada pelbagai titik di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. 

Seluruh rangkaian acara “The Power of Art” dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa dipungut biaya. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Bayu +6285238888866 dan +6285326622488 (Niken). Fanspage Facebook : Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM, akun Instagram @pspsr_ugm, dan akun twitter @pspsr_ugm.